Untuk menjawab persoalan tersebut, tim menggabungkan pembelajaran materi, pelatihan memasak dari rumah ke rumah, dan upaya perbaikan rantai distribusi. Pendampingan diarahkan agar peserta memahami proses usaha sejak pemilihan bahan hingga pemasaran.
"Ke depannya kami menargetkan bisa memasok ke swalayan lokal dan pusat oleh-oleh di destinasi wisata seperti Raja Ampat," kata Dina.
Dengan modul, silabus, dan standar operasional prosedur yang disusun tim, peserta mempelajari pemilihan bahan baku, kebersihan dan keamanan pangan, teknik pengolahan, pengemasan, serta dasar-dasar pemasaran. Tim juga mendampingi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan perizinan pangan industri rumah tangga.
Bagi peserta, pelatihan ini membuka harapan untuk membangun usaha dari hasil kebun di sekitar mereka. Nuryati, warga Distrik Malabotom, berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dipraktikkan dan berkembang menjadi sumber penghasilan.
"Mudah-mudahan harapannya, ke depannya kami bisa melanjutkan pembuatannya sehingga kami bisa memasarkan ke seluruh Sorong atau mungkin ke Indonesia," ujar Nuryati beberapa waktu lalu.