"Pasar bukan hanya tempat transaksi perdagangan, tetapi menjadi sumber penghidupan bagi banyak masyarakat. Karena itu, ketika sarana perdagangan terdampak bencana, pemulihannya harus menjadi perhatian. Kita ingin para pedagang bisa kembali beraktivitas dan roda ekonomi masyarakat kembali bergerak," kata Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar.

Sementara itu, Kota Pariaman memperoleh tambahan anggaran Rp4,1 miliar untuk merehabilitasi empat pasar. Wali Kota Pariaman, Yota Balad menekankan pemulihan tidak boleh berhenti pada perbaikan kerusakan, tetapi perlu menghasilkan fasilitas perdagangan yang lebih aman dan tangguh.

"Melalui tambahan anggaran ini, kita ingin memastikan fasilitas perdagangan tradisional tidak hanya sekadar diperbaiki, tetapi juga ditingkatkan kualitasnya agar lebih tangguh terhadap risiko bencana di masa depan," ujarnya.