Untuk membangun satu ekosistem ekonomi, masing-masing daerah nantinya memiliki peran yang berbeda. Ngawi diarahkan menjadi Northern Gateway dengan fokus pada agrobisnis, logistik, dan industri pengolahan.

Magetan akan berperan sebagai Specialty Production yang ditopang sektor pariwisata dan hortikultura. Sementara Kota dan Kabupaten Madiun diproyeksikan menjadi Industrial & Service Core, sekaligus menjadi pusat perdagangan, logistik, dan talenta.

Ponorogo akan dikembangkan sebagai basis Agro & Production dengan fokus pada pariwisata budaya, pertanian, dan industri kreatif. Adapun Pacitan akan mengambil peran sebagai Southern Value-Addition dengan mengandalkan pariwisata bahari, perikanan, dan logistik jalur selatan.

Dengan pembagian tersebut, Pawitandirogo tidak diarahkan menjadi kumpulan kawasan industri yang memiliki fungsi seragam. Sebaliknya, enam daerah tersebut akan dihubungkan dalam satu rantai ekonomi dengan spesialisasi masing-masing.

Salah satu infrastruktur yang dipandang penting untuk menghubungkan kawasan tersebut adalah jalur kereta api Madiun-Slahung, Ponorogo. Pemerintah mendorong percepatan reaktivasi jalur tersebut untuk memperkuat konektivitas sekaligus memangkas biaya logistik.

Deputi Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Nazib Faizal mengatakan anggaran untuk reaktivasi jalur tersebut telah disiapkan. "Anggaran untuk reaktivasi jalur ini sudah disiapkan, semoga tidak lama lagi bisa segera dijalankan," kata Nazib.