NADIKABAR.COM — Nasib tragis menimpa seorang mahasiswa (Stikes) Kendedes Malang asal Papua yang jadi korban penikaman Selasa (18/8). Pelaku ditangkap tak lama setelah kejadian.
1. Korban dan pelaku mahasiswa asal Papua
Peristiwa penikaman ini terjadi di komplek asrama laki-laki Stikes Kendedes Jalan Raden Panji Suroso, Kota Malang. Polisi yang mendapat laporan kemudian ke lokasi dan melakukan olah TKP korban dalam kondisi bersimbah darah di lantai.
Tak lama setelah memeriksa sejumlah saksi, polisi kemudian menangkap pelaku dan dikeler ke kantor polisi. Usai menangkap pelaku, Satreskrim Polresta Malang langsung menggelar jumpa pers.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Rahmad Aji Prabowo mengatakan korban diketahui berinisial AVG (25) sedangkan pelaku berinisial SP (26). Keduanya diketahui berasal dari Kabupaten Mappi, Papua Selatan.
"Kedua belah pihak ini, tim redaksi korban dan pelaku, sama-sama dari Papua Selatan," ujar Rahmad Aji kepada wartawan saat press release, Kamis (20/8/2026).
2. Korban ditusuk dengan pisau 17 cm
Rahmad Aji menambahkan, korban tercatat sebagai mahasiswa Stikes Kendedes semester akhir. Korban tewas setelah ditikam pelaku dengan pisau kupas buah sepanjang 17 cm.
"Pelaku menggunakan sebilah pisau kupas buah sepanjang 17 centimeter untuk menusuk korban di bagian dada kanan hingga meninggal di TKP," sambungnya.
3. Motif pelaku tak terima korban goda pacar
Sedangkan untuk motifnya, pelaku tak terima karena korban diduga menggoda pacarnya. Keduanya kemudian cekcok dan baku hantam.
"Awalnya terjadi cekcok mulut karena pelaku mempermasalahkan korban yang pernah menggoda dan mengganggu pacarnya. Perselisihan kemudian berlanjut hingga terjadi baku hantam," beber Rahmad Aji.
"Yang jelas, untuk motifnya ini ada ketersinggungan bahwa tim redaksi pelaku dan korban ini ada kecemburuan," imbuh Rahmad Aji.
4. Pesta arak di asrama sebelum ditikam
Menurutnya, penikaman itu berawal saat korban dan pelaku menenggak miinuman keras jenis arak, di salah satu kamar asrama yang berada di area kampus Stikes Kendedes pada Selasa tanggal 18 Agustus 2026.
Semula, lanjut Rahmad Aji, keduannya tidak ada permasalahan apapun, namun sekitar pukul 14.30 WIB terjadi cekcok mulut ketika pelaku mempermasalahkan pacarnya pernah digoda dan diganggu oleh korban.
"Perselisihan kemudian berlanjut hingga terjadi baku hantam di luar kamar," beber Rahmad Aji kepada wartawan di Mapolresta, Rabu (19/8/2026).
Karena masih belum puas, pelaku lantas masuk ke kamar dan mengambil sebilah pisau dan kemudian dihujamkan ke sejumlah titik badan korban. Korban pun ambruk dan tewas dengan bersimbah darah.
Polisi yang mendapat laporan keributan kemudian mendatangi TKP. Dari hasil keterangan saksi-saksi di lokasi, petugas kemudian membekuk pelaku dan mengamankan barang bukti sebilah pisau.
5. Penangkapan pelaku diwarnai aksi kejar-kejaran
Meski berhasil mengamankan pelaku, namun penangkapan diwarnai kejar-kejaran. Ini karena pelaku sempat melarikan diri. Aksi pelaku yang sempat kabur sempat terekam kamera petugas dan viral di media sosial.
Saat itu, personel Tim Opsnal Satreskrim Polresta Malang Kota yang hendak menangkap pelaku. Tampak pelaku langsung diamankan dan diarahkan telentang di atas tanah.
Namun saat petugas menyuruh tengkurap, pelaku segera kabur. Kejar-kejaran pun tak terhindarkan di area pemukiman warga tim redaksi pelaku dan petugas.
Beruntung, petugas berhasil menangkap pelaku kembali tak kurang dari satu jam. Dalam video tampak pelaku dikeler sekeluar dari kendaraan ke kantor polisi.
"Tim kemudian melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan pelaku di Jalan Ikan Piranha," ungkap Rahmad Aji.
6. Jenazah korban dipulangkan ke Papua setelah autopsi
Rahmad Aji turut menambahkan bahwa jenazah korban setelah olah TKP langsung dibawa ke Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk diautopsi, dan akan segera dibawa pulang ke kampung halamannya.
"Jenazah korban sudah dalam proses dibawa ke kampung halaman. Kedua belah pihak ini, tim redaksi korban dan pelaku, sama-sama dari Papua Selatan," pungkas Rahmad Aji.