NADIKABAR.COM — Istirahat malam seorang nelayan bernama Aep Saepudin (44) di sudut Dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi mimpi buruk berdarah pada Rabu (26/8/2026) malam.
Korban yang tengah terlelap melepas lelah usai melaut tiba-tiba diserang dan dihujani tikaman senjata tajam secara membabi buta oleh seorang pria.
Aksi penyerangan brutal yang terekam kamera pengawas (CCTV) tersebut membuat korban terkapar bersimbah darah hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil meringkus pelaku berinisial M (43) sesaat setelah kejadian.
Berikut 6 fakta lengkap terkait kasus penusukan nelayan di Palabuhanratu yang dirangkum NadiKabar, Kamis (27/8/2026):
Insiden penusukan terjadi sekitar pukul 22.30 WIB di pelataran dermaga. Aep yang sehari-hari bekerja sebagai awak perahu nelayan payang 'Delima 1' sedang beristirahat beralaskan terpal tipis karena kelelahan setelah seharian melaut.
"Aku baru pulang dari laut, terus istirahat gelepakan di dermaga karena lelah. Pas lagi tertidur pulas, dia (pelaku) tiba-tiba datang langsung nusuk," ungkap Aep.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas di lokasi sekitar pukul 22.27 WIB, pelaku berkaus gelap mendadak muncul dan langsung menubruk korban yang sedang berbaring. Korban sempat meronta dan bergulingan di lantai dermaga untuk menyelamatkan diri dari sabetan senjata tajam sebelum akhirnya ditolong warga.
"Awalnya nggak kerasa pas ditusuk, pas bangun baru kerasa sakit luar biasa di bagian perut dan dada depan. Malah yang luka tusuk di bagian belakang baru ketahuan pas sudah sampai di rumah sakit, karena posisinya ketutup baju dan waktu dievakuasi saya ditidurkan di mobil polisi," tuturnya.
"Sempat guling-gulingan menghindar, terus langsung ada orang-orang dermaga yang nolongin," kata Aep.
Saksi di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa pelaku sempat mendatangi korban beberapa menit sebelum melancarkan aksinya guna memastikan situasi aman dan korban sudah terlelap.
"Pelaku sempat ke situ dulu, mantau mastiin korban udah tidur atau belum. Sekitar lima menit kemudian dia balik lagi sudah bawa senjata tajam dan langsung menusuk korban berkali-kali," ungkap warga di lokasi kejadian, Alpiansyah Pratama kepada NadiKabar, Kamis (27/8/2026).
Di kalangan warga dermaga, pelaku dikenal kerap meracau sendiri saat beraktivitas sebagai pengasong ikan keliling. Tanpa ada perselisihan apa pun, pelaku mendadak menyerang sembari menuduh korban telah menyantet orang tuanya.
"Korban sama sekali nggak ada masalah sama pelaku. Pelakunya memang ada gangguan jiwa, kadang suka ngomong sendiri kalau lagi ngasong. Pas kejadian dia tiba-tiba bilang 'ini orang yang nyantet bapak saya'," beber Alpiansyah.
Akibat serangan membabi buta tersebut, korban menderita luka tusuk serius di beberapa bagian vital tubuhnya. Salah satu tikaman paling parah bersarang di bagian dada korban.
"Ada sekitar tiga tusukan. Yang paling fatal satu di bagian dada karena jaketnya kebuka. Pas kejadian korban masih sadar dan sempat ngobrol sebelum dievakuasi," tambah Alpiansyah.
Korban mengaku hanya mengenal pelaku sebatas sesama orang yang beraktivitas di dermaga tanpa ada konflik pribadi. "Nggak kenal dekat, cuma tahu dia suka keliling jualan ikan di dermaga. Tapi malam itu dia lagi nggak jualan," pungkas Aep.
Pihak kepolisian langsung mengamankan pelaku berinisial M tak lama setelah kejadian. Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana membenarkan peristiwa berdarah tersebut dan menyebut penyidik tengah mendalami kondisi pelaku.
"Terduga pelaku inisial M usia 43 tahun saat ini sudah kita amankan, diduga kondisinya dipengaruhi minuman keras. Namun masih kami minta keterangan untuk pendalaman," ujar Dudi.