"Korban sama sekali nggak ada masalah sama pelaku. Pelakunya memang ada gangguan jiwa, kadang suka ngomong sendiri kalau lagi ngasong. Pas kejadian dia tiba-tiba bilang 'ini orang yang nyantet bapak saya'," beber Alpiansyah.
Akibat serangan membabi buta tersebut, korban menderita luka tusuk serius di beberapa bagian vital tubuhnya. Salah satu tikaman paling parah bersarang di bagian dada korban.
"Ada sekitar tiga tusukan. Yang paling fatal satu di bagian dada karena jaketnya kebuka. Pas kejadian korban masih sadar dan sempat ngobrol sebelum dievakuasi," tambah Alpiansyah.
Korban mengaku hanya mengenal pelaku sebatas sesama orang yang beraktivitas di dermaga tanpa ada konflik pribadi. "Nggak kenal dekat, cuma tahu dia suka keliling jualan ikan di dermaga. Tapi malam itu dia lagi nggak jualan," pungkas Aep.
Pihak kepolisian langsung mengamankan pelaku berinisial M tak lama setelah kejadian. Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana membenarkan peristiwa berdarah tersebut dan menyebut penyidik tengah mendalami kondisi pelaku.
"Terduga pelaku inisial M usia 43 tahun saat ini sudah kita amankan, diduga kondisinya dipengaruhi minuman keras. Namun masih kami minta keterangan untuk pendalaman," ujar Dudi.