Hasil penelusuran di lokasi menunjukkan anjing tersebut dalam kondisi lepas tanpa ikatan maupun kandang. Serangan mendadak itu mengakibatkan luka robek serius pada bagian kepala dan telinga korban.
"Warga memperoleh fakta bahwa anjing tersebut berada dalam kondisi terlepas dan kemudian menyerang korban secara mendadak. Dari rekaman kamera pengawas terlihat anjing menggigit korban hingga mengakibatkan luka robek gigitan di bagian kepala dan telinga sampai korban tidak berdaya," katanya.
Hikmat mengklarifikasi simpang siur mengenai identitas pemilik anjing. Ia memastikan pemilik hewan tersebut sudah tidak berdomisili di area GCR dan tidak memiliki hubungan kekeluargaan dengan pihak korban.
"Begitu juga dengan narasi bahwa pemilik anjing merupakan saudara korban, hal tersebut terbantahkan oleh pihak korban yang menyatakan tidak ada ikatan saudara di tim redaksi mereka," kata Hikmat.
Tragedi ini meninggalkan trauma mendalam bagi warga. Oleh karena itu, warga meminta publik untuk tidak menyebarluaskan identitas atau dokumentasi pribadi korban demi menjaga kondisi psikologis keluarga.