NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan enam program untuk meningkatkan kesejahteraan, kualitas pendidikan, dan perlindungan santri dalam momentum Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Program tersebut mencakup insentif guru agama, bisyaroh bagi penghafal Al-Qur'an, beasiswa pendidikan tinggi, hingga bantuan renovasi pesantren, dan penguatan pencegahan kekerasan.
Enam program itu menjadi bagian dari Program Pesantren Obah yang diinisiasi Pemprov Jateng untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren. Melalui program tersebut, santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan hal tersebut dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Jalan Pancasila, Kota Tegal, Kamis (22/10).
Luthfi mengatakan Jawa Tengah memiliki potensi pesantren yang besar. Berdasarkan data yang dihimpun bersama Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) NU, terdapat 5.451 pondok pesantren dengan sekitar 555 ribu santri di wilayah tersebut.
Menurutnya, potensi itu perlu dijaga dan dikembangkan melalui kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan nyata pesantren. Untuk mendukung upaya tersebut, Pemprov Jateng melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) terus mendorong berbagai program pemberdayaan.
"Ini merupakan kekuatan besar yang harus kita rawat dan kembangkan," katanya.
Enam program yang disiapkan mencakup dukungan bagi tenaga pendidik keagamaan, perluasan akses pendidikan, peningkatan kualitas sarana dan prasarana, serta perlindungan santri.
Program pertama berupa pemberian insentif kepada guru agama. Pada 2025, sebanyak 230,8 ribu guru agama telah menerima insentif. Program tersebut berlanjut pada 2026 sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap para pendidik keagamaan.
Kedua, Pemprov Jateng memberikan bisyaroh atau tali asih kepada santri penghafal Al-Qur'an. Bantuan ini ditujukan sebagai bentuk penghargaan atas upaya santri dalam menjaga dan mengamalkan kalamullah.