"Granola, protein bar, biskuit, semuanya meningkatkan kadar insulin dan sepenuhnya menghambat penurunan lemak."
Dikutip dari laman Healthline, stres bisa menyebabkan makan karena emosi sebagai mekanisme penanggulangan. Kombinasi tim redaksi keinginan yang dipicu stres, dan konsumsi makanan kaya kalori bisa berkontribusi pada penambahan berat badan.
"Tubuh Anda mencoba meredakan stres dengan makanan, terutama karbohidrat. Ini bukan karena kurang disiplin, tetapi karena sistem saraf mengalami kelebihan beban."
Memiliki beberapa cara sehat untuk mengelola stres dan menenangkan diri sepanjang hari merupakan hal penting.
"Jika saraf vagus Anda tidak pernah tenang, tubuh tidak akan melepaskan lemak yang tersimpan, sebersih apa pun pola makan Anda," kata Sudiksha.
Ahli gizi tersebut menyimpulkan, "Tubuh Anda bukan keras kepala. Tubuh sedang melindungi Anda. Ubah kebiasaan-kebiasaan ini, dan hormon Anda juga akan berubah."