Antioksidan berperan membantu melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan stres oksidatif pada tubuh. Sejumlah penelitian juga terus mengkaji hubungan antara asupan antosianin dengan kesehatan pembuluh darah dan jantung.
Meski demikian, manfaat tersebut tidak berarti mengonsumsi ketan hitam secara otomatis dapat mencegah atau mengobati penyakit tertentu. Pola makan secara keseluruhan tetap menjadi faktor penting.
Kandungan serat dan senyawa bioaktif dalam beras berpigmen, termasuk beras hitam, membuat bahan pangan ini banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan kardiovaskular.
Sebuah tinjauan ilmiah terbaru mengenai beras berpigmen menemukan bahwa senyawa seperti antosianin, flavonoid dan serat memiliki berbagai potensi manfaat terhadap kesehatan metabolik dan kardiovaskular.
Penelitian lain mengenai antosianin juga menemukan adanya hubungan antara asupan antosianin yang lebih tinggi dengan risiko beberapa gangguan kardiometabolik yang lebih rendah. Namun, hasil tersebut tidak dapat diartikan bahwa satu jenis makanan saja dapat mencegah penyakit jantung.
Serat dalam ketan hitam juga dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan. Serat menjadi bagian penting dalam pola makan karena membantu memperlancar proses buang air besar.
Bagi orang yang masih kurang mengonsumsi serat, menambahkan sumber serat dari makanan seperti biji-bijian, sayuran, buah dan serealia utuh dapat menjadi salah satu cara untuk memperbaiki pola makan.
Tentu saja, konsumsi serat sebaiknya disertai dengan cukup minum air agar sistem pencernaan dapat bekerja dengan baik.