Dengan kata lain, bukan berarti teknologi harus dijauhi. Yang penting adalah mengetahui kapan harus menggunakannya dan kapan perlu mengambil jarak darinya.

Supaya tetap bisa ingat informasi tertentu, kamu bisa melakukan pengulangan selama 40 detik. Mengingat informasi saat otak sedang bekerja terus menerus bisa menjadi hal yang cukup sulit untuk dilakukan, maka dari itu cara ini dapat dicoba.

Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience menemukan bahwa latihan singkat, memutar ulang suatu peristiwa dalam pikiran, membuat kamu secara signifikan lebih mungkin mengingat.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan di Nature Reviews Psychology, beberapa menit istirahat dengan mata tertutup dapat meningkatkan daya ingat. Para psikolog menyebutnya "istirahat saat terjaga secara offline."

Dengan catatan, istirahat sekejap ini bukan diisi dengan bermain ponsel melainkan, misalnya, dengan hanya bengong atau bermeditasi. Intinya kamu harus menjernihkan pikiran dan bayangkan hal-hal yang menyenangkan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Canadian Journal of Experimental Psychology menunjukkan bahwa tindakan bertanya pada diri sendiri mengenai ingatan bisa meningkatkan peluang kamu untuk mengingat informasi. Bahkan dalam beberapa kasus, peluangnya meningkat hingga 50 persen.

Nantinya, otak akan memprediksi harus melakukan apa dan kapan. Aktivitas memprediksi informasi ini secara neurologis dapat membantu hipokampus, bagian otak, untuk menyimpan informasi lebih kuat.

Selain mengulang informasi yang ingin diingat, mengatakannya dengan lantang juga dapat membantu otak untuk lebih mudah mengingat informasi tersebut. Hal itu membuat informasi, ide, atau rencana yang ingin kamu ingat menjadi lebih berkesan.

Pada sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology, para peneliti berteori bahwa mengucapkan sesuatu dengan lantang bisa memisahkan dan membedakannya dari pikiran "biasa".