Rutinitas juga bisa membuat seseorang terjebak dalam pola berpikir yang sama. Karena itu, Clive Thompson menyarankan untuk sesekali melakukan aktivitas yang berbeda secara mental dari pekerjaan atau kegiatan yang biasa dilakukan.
Ia menyebut gagasan ini sebagai cognitive diversity, atau keberagaman kognitif. Sederhananya, otak diberi kesempatan untuk berpindah dari satu cara berpikir ke cara berpikir lainnya.
Bagi seseorang yang sehari-hari bekerja dengan kata-kata, misalnya, aktivitas seperti bermain gitar, memasak, berjalan kaki, berlari, atau mengikuti olahraga tim dapat menjadi pilihan. Aktivitas tersebut menggunakan kemampuan dan perhatian yang berbeda dari pekerjaan utama.
Perubahan aktivitas ini bukan sekadar bentuk hiburan. Ketika seseorang berhenti sejenak dari pekerjaan dan melakukan sesuatu yang berbeda, pikiran tetap mendapatkan rangsangan, tetapi dengan cara yang tidak sama seperti sebelumnya.
Karena itu, ketika sedang kesulitan menemukan ide atau merasa buntu mengerjakan sesuatu, memaksa diri untuk terus bekerja belum tentu menjadi solusi. Beralih sejenak ke aktivitas lain bisa memberi kesempatan bagi pikiran untuk memproses gagasan secara lebih leluasa sebelum kembali ke pekerjaan utama.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Psychological Science, orang yang belajar sebelum tidur, tidur, lalu melakukan tinjauan singkat keesokan paginya menghabiskan lebih sedikit waktu untuk belajar.
Misalnya, kamu akan melakukan presentasi besok pagi. Di malam sebelumnya, kamu latihan dengan menyebutkan poin-poin presentasi dengan lantang dan pikirkan mengenai informasi yang akan kamu sampaikan di setiap poinnya.
Lalu kamu bisa langsung tidur dan keesokan hari sebelum presentasi lakukan tinjauan singkat sebelum akhirnya kamu mempresentasikan hasil kerjamu.
Itulah tujuh tips supaya bisa lebih pintar. Tertarik untuk mencoba?