NADIKABAR.COM — Kepintaran sering dikaitkan dengan kemampuan otak dalam menerima, memahami, dan mengingat informasi. Namun, kemampuan tersebut bukan sesuatu yang sepenuhnya bergantung pada faktor bawaan. Cara seseorang belajar, mengolah informasi, beristirahat, hingga menjalani aktivitas sehari-hari juga dapat memengaruhi bagaimana otak bekerja.

Menjadi lebih pintar pun tidak selalu berarti harus belajar lebih lama atau menghafal lebih banyak materi. Ada sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat membantu otak bekerja lebih efektif, mulai dari memberi waktu untuk benar-benar lepas dari internet, mengulang informasi yang baru dipelajari, hingga mengambil jeda sejenak tanpa gangguan.

Menariknya, salah satu cara yang bisa dicoba justru berkaitan dengan tidur. Alih-alih terus memaksakan diri belajar ketika sudah lelah, tidur setelah mempelajari sesuatu dan kemudian meninjaunya kembali pada pagi hari dapat menjadi bagian dari strategi belajar.

Penasaran apa saja tujuh tips agar kamu lebih pintar? Simak penjelasan di bawah ini seperti dilansir dari Fast Company dan Psychology Today.

Di era ketika ponsel dan internet selalu berada dalam jangkauan, otak nyaris tidak pernah benar-benar lepas dari arus informasi. Email, pesan, media sosial, hingga berbagai notifikasi dapat terus menarik perhatian, bahkan ketika seseorang seharusnya sedang beristirahat.

Penulis buku Smarter Than You Think: How Technology is Changing Our Minds For the Better, Clive Thompson menyarankan agar seseorang menyediakan waktu untuk benar-benar offline. Ia sendiri, misalnya, memilih tidak memeriksa email pada akhir pekan.

"Menurut saya, ada baiknya menghabiskan banyak waktu tanpa terhubung ke internet. Misalnya, saya tidak memeriksa email di akhir pekan," ujarnya kepada Psychology Today.

Thompson menyatakan persoalannya bukan semata-mata terletak pada teknologi, melainkan pada bagaimana seseorang mengatur batas penggunaannya.

Terus-menerus terhubung membuat perhatian mudah terpecah. Sebaliknya, ketika terbebas dari tuntutan untuk segera merespons informasi, seseorang memiliki lebih banyak kesempatan untuk berpikir tanpa gangguan.

Karena itu, sesekali cobalah meninggalkan ponsel dan aktivitas digital untuk sementara waktu. Tidak harus lama. Membaca buku, berjalan kaki, duduk menikmati suasana sekitar, atau sekadar membiarkan pikiran berkelana tanpa terganggu notifikasi dapat menjadi cara sederhana untuk memberi ruang bagi otak.

Dengan kata lain, bukan berarti teknologi harus dijauhi. Yang penting adalah mengetahui kapan harus menggunakannya dan kapan perlu mengambil jarak darinya.

Supaya tetap bisa ingat informasi tertentu, kamu bisa melakukan pengulangan selama 40 detik. Mengingat informasi saat otak sedang bekerja terus menerus bisa menjadi hal yang cukup sulit untuk dilakukan, maka dari itu cara ini dapat dicoba.

Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience menemukan bahwa latihan singkat, memutar ulang suatu peristiwa dalam pikiran, membuat kamu secara signifikan lebih mungkin mengingat.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan di Nature Reviews Psychology, beberapa menit istirahat dengan mata tertutup dapat meningkatkan daya ingat. Para psikolog menyebutnya "istirahat saat terjaga secara offline."

Dengan catatan, istirahat sekejap ini bukan diisi dengan bermain ponsel melainkan, misalnya, dengan hanya bengong atau bermeditasi. Intinya kamu harus menjernihkan pikiran dan bayangkan hal-hal yang menyenangkan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Canadian Journal of Experimental Psychology menunjukkan bahwa tindakan bertanya pada diri sendiri mengenai ingatan bisa meningkatkan peluang kamu untuk mengingat informasi. Bahkan dalam beberapa kasus, peluangnya meningkat hingga 50 persen.

Nantinya, otak akan memprediksi harus melakukan apa dan kapan. Aktivitas memprediksi informasi ini secara neurologis dapat membantu hipokampus, bagian otak, untuk menyimpan informasi lebih kuat.

Selain mengulang informasi yang ingin diingat, mengatakannya dengan lantang juga dapat membantu otak untuk lebih mudah mengingat informasi tersebut. Hal itu membuat informasi, ide, atau rencana yang ingin kamu ingat menjadi lebih berkesan.

Pada sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology, para peneliti berteori bahwa mengucapkan sesuatu dengan lantang bisa memisahkan dan membedakannya dari pikiran "biasa".

Rutinitas juga bisa membuat seseorang terjebak dalam pola berpikir yang sama. Karena itu, Clive Thompson menyarankan untuk sesekali melakukan aktivitas yang berbeda secara mental dari pekerjaan atau kegiatan yang biasa dilakukan.

Ia menyebut gagasan ini sebagai cognitive diversity, atau keberagaman kognitif. Sederhananya, otak diberi kesempatan untuk berpindah dari satu cara berpikir ke cara berpikir lainnya.

Bagi seseorang yang sehari-hari bekerja dengan kata-kata, misalnya, aktivitas seperti bermain gitar, memasak, berjalan kaki, berlari, atau mengikuti olahraga tim dapat menjadi pilihan. Aktivitas tersebut menggunakan kemampuan dan perhatian yang berbeda dari pekerjaan utama.

Perubahan aktivitas ini bukan sekadar bentuk hiburan. Ketika seseorang berhenti sejenak dari pekerjaan dan melakukan sesuatu yang berbeda, pikiran tetap mendapatkan rangsangan, tetapi dengan cara yang tidak sama seperti sebelumnya.

Karena itu, ketika sedang kesulitan menemukan ide atau merasa buntu mengerjakan sesuatu, memaksa diri untuk terus bekerja belum tentu menjadi solusi. Beralih sejenak ke aktivitas lain bisa memberi kesempatan bagi pikiran untuk memproses gagasan secara lebih leluasa sebelum kembali ke pekerjaan utama.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Psychological Science, orang yang belajar sebelum tidur, tidur, lalu melakukan tinjauan singkat keesokan paginya menghabiskan lebih sedikit waktu untuk belajar.

Misalnya, kamu akan melakukan presentasi besok pagi. Di malam sebelumnya, kamu latihan dengan menyebutkan poin-poin presentasi dengan lantang dan pikirkan mengenai informasi yang akan kamu sampaikan di setiap poinnya.

Lalu kamu bisa langsung tidur dan keesokan hari sebelum presentasi lakukan tinjauan singkat sebelum akhirnya kamu mempresentasikan hasil kerjamu.

Itulah tujuh tips supaya bisa lebih pintar. Tertarik untuk mencoba?