NADIKABAR.COM — Tekanan dari pekerjaan, pendidikan, masalah keuangan, hubungan sosial hingga berbagai persoalan sehari-hari dapat memengaruhi kondisi mental seseorang. Stres sendiri merupakan respons alami ketika seseorang menghadapi situasi yang sulit, tetapi tekanan yang berlangsung terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat lebih dari satu miliar orang di dunia hidup dengan kondisi kesehatan mental. WHO juga menekankan bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesejahteraan dan kemampuan seseorang untuk menghadapi tekanan kehidupan.
Karena itu, menjaga kondisi psikologis tidak selalu harus dilakukan dengan perubahan besar. Ada sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu mengelola tekanan.
Lantas, apa saja cara yang bisa dilakukan? Ini penjelasannya.
Langkah pertama adalah mengenali hal-hal yang membuat pikiran terasa terbebani. Sumber tekanan bisa berasal dari pekerjaan, sekolah, masalah keluarga, hubungan dengan orang lain maupun kondisi keuangan.
Mencatat situasi yang membuat stres dapat membantu seseorang melihat pola dan menentukan persoalan mana yang perlu diselesaikan lebih dulu. WHO menyebut setiap orang dapat memberikan respons berbeda terhadap tekanan, sehingga cara mengelolanya juga tidak selalu sama.
Kesibukan yang terus berlangsung tanpa jeda dapat membuat tubuh dan pikiran semakin lelah. Karena itu, menyediakan waktu untuk beristirahat menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan.
Istirahat tidak selalu berarti tidur. Mengambil jeda dari pekerjaan, melakukan aktivitas yang menyenangkan, berjalan santai atau sekadar mengurangi paparan informasi untuk sementara dapat membantu pikiran lebih rileks.
WHO juga menyarankan rutinitas harian yang teratur dengan waktu untuk makan, berolahraga, melakukan pekerjaan rumah, berinteraksi dengan keluarga dan melakukan kegiatan rekreasi.