"Dalam pengungkapan ini kami menyita barang bukti Tramadol dan Trihexyphenidyl sebanyak 7.862.500 butir yang sudah jadi," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (21/10).

Dari 7 juta butir obat tersebut, disita dari pabrik yang berlokasi di Kartasura yaitu Tramadol tablet putih siap packing sebanyak 1.485.000 butir dan Tramadol siap edar 2.372.500 butir.

"Nah, kemudian untuk bahan baku juga kita amankan sebanyak 13 item, di mana total beratnya itu ada 29 ton. Kemudian, ada 270 liter, ya, ada bahan cair, ada bahan padat," ungkap Bismo.

Di lokasi pabrik pertama, polisi juga menemukan uang tunai Rp 9 miliar yang saat ini masih didalami asal-usulnya.

Kombes Bismo mengatakan pabrik tramadol di Sukoharjo yang diungkap jajarannya ini telah beroperasi sejak 2025 dan 2026. Omzet mereka mencapai miliaran rupiah per hari.

"Dan hasil produksi dari pabrik pertama ini di Kartasura itu serbuk putih siap cetak 1 ton dapat membuat 7.535.715 butir, Tramadol tablet putih siap packing 1.485.000 butir, kemudian Tramadol siap edar 2.372.500 butir. Di mana pabrik 1 ini omzet per harinya Rp 2 sampai Rp 3 miliar per hari. Dan bisa memproduksi 55 koli per hari, yaitu total 1.700.000 butir per hari dari pabrik pertama," jelas Bismo.

Selama operasi tersebut, dua pabrik tersebut mencetak jutaan pil tramadol setiap hari. Mereka beroperasi dengan menggunakan mesin berkapasitas besar.

"Dan kami menyita bahan baku, kemudian mesin produksi berkapasitas besar, di antaranya mesin pencampur, mesin pres, dan mesin alat cetak obat. Nah, ini bisa rekan-rekan lihat itu hanya sampel dari lokasi di Jawa Tengah ya, TKP-nya di mana pabrik dua pabrik itu berada," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (21/10/2026).

Dari hasil pengungkapan tersebut, Polda Metro Jaya mengungkap 13 item bahan baku seberat total 29 ton. Selain itu, polisi juga menyita 270 liter bahan cair dari dua pabrik yang berada di Kecamatan Kartasura dan Kecamatan Gatak, Sukoharjo.

"Kemudian alat mesinnya itu total ada 9 unit mesin pencampur, kemudian 2 unit mesin pencetak tablet, 3 unit mesin cetak strip, dan 2 unit mesin pres plastik," imbuhnya.

Dalam pengungkapan di pabrik Kartasura, pihaknya menyita 1 ton serbuk putih siap cetak. Menurut Bismo, dari 1 ton serbuk putih tersebut mampu menghasilkan 7.535.715 butir Tramadol.