NADIKABAR.COM — Hubungan yang dekat antara orangtua dan anak tidak hanya dibangun melalui pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Cara orangtua mendengarkan, merespons perasaan, memberikan perhatian hingga menghargai pendapat anak juga berperan dalam membentuk rasa aman dan kepercayaan diri.
Pola pengasuhan yang positif menempatkan anak sebagai individu yang perlu didengar, dipahami dan dihargai. Pendekatan ini tidak berarti orangtua harus selalu memenuhi keinginan anak, tetapi tetap memberikan batasan dengan cara yang tenang dan menghormati anak.
Lantas, kebiasaan apa saja yang dapat membuat anak merasa dihargai oleh orangtuanya?
1. Mendengarkan tanpa langsung menghakimi
Ketika anak bercerita, orangtua dapat memberikan perhatian penuh dan tidak buru-buru menyalahkan atau memberikan nasihat. Mendengarkan secara aktif membuat anak merasa bahwa cerita dan perasaannya dianggap penting.
Kontak mata, bahasa tubuh yang menunjukkan perhatian dan pertanyaan terbuka dapat membantu membangun komunikasi yang lebih nyaman. Kebiasaan tersebut juga dapat membuat anak lebih mudah menyampaikan masalah yang sedang dihadapi.
Anak memiliki pemikiran dan pandangan sendiri yang berkembang seiring bertambahnya usia. Orangtua dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan pendapat, meskipun keputusan akhir dalam situasi tertentu tetap berada di tangan orangtua.
Memberikan ruang untuk berpendapat membantu anak memahami bahwa suaranya memiliki nilai. Hal ini juga dapat mendorong kemampuan anak dalam berpikir, berkomunikasi dan mengambil keputusan.