3. Memberikan apresiasi secara spesifik

Pujian tidak harus selalu diberikan ketika anak memperoleh prestasi. Orangtua dapat mengapresiasi usaha, keberanian, tanggung jawab atau perilaku positif yang dilakukan anak.

Daripada hanya mengatakan β€œanak pintar”, orangtua dapat memberikan apresiasi yang lebih spesifik, misalnya karena anak sudah berusaha menyelesaikan tugas atau berani mengakui kesalahan. Pujian yang spesifik dapat membantu anak memahami perilaku positif yang telah dilakukannya.

4. Meluangkan waktu khusus bersama anak

Kesibukan orangtua terkadang membuat waktu bersama anak menjadi terbatas. Padahal, perhatian tidak selalu membutuhkan kegiatan yang mahal atau waktu yang panjang.

Orangtua dapat menyediakan waktu khusus untuk berbicara, bermain, makan bersama atau melakukan aktivitas sederhana yang disukai anak. UNICEF menyarankan waktu berdua yang fokus tanpa gangguan seperti televisi atau ponsel sebagai salah satu cara membangun hubungan positif dengan anak.

Ketika anak sedih, kecewa atau marah, respons orangtua dapat memengaruhi cara anak memahami emosinya sendiri. Mengatakan bahwa anak tidak boleh merasa sedih atau marah dapat membuatnya kesulitan mengungkapkan perasaan.

Orangtua dapat membantu anak mengenali emosinya terlebih dahulu, kemudian mengajarkan cara mengelolanya dengan aman. Anak tetap perlu memahami batasan perilaku, tetapi perasaannya tidak harus dianggap sebagai sesuatu yang salah.