Kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor risiko berbagai penyakit tidak menular.

WHO menyebut aktivitas fisik yang cukup berkontribusi terhadap pencegahan dan pengelolaan penyakit seperti penyakit jantung, hipertensi, stroke dan diabetes tipe 2. Aktivitas fisik juga dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit tidak menular.

Bersepeda menjadi salah satu pilihan karena aktivitas ini dapat dilakukan sebagai olahraga sekaligus transportasi.

Artinya, seseorang tidak selalu membutuhkan waktu khusus untuk berolahraga. Perjalanan menggunakan sepeda, selama dilakukan dengan aman dan sesuai kemampuan, dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik harian.

4. Membantu menjaga kesehatan mental

Manfaat bersepeda tidak berhenti pada tubuh. Aktivitas fisik juga berkaitan dengan kesehatan mental.

WHO menyebut aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan serta meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan otak.

Hal tersebut juga menjadi perhatian dalam perkembangan tren active mobility. Dalam policy brief yang diterbitkan WHO Regional Office for Europe pada Januari 2026, berjalan kaki dan bersepeda disebut memiliki potensi untuk mendukung kesehatan mental sekaligus kesehatan fisik dan keberlanjutan lingkungan.

Bagi sebagian pesepeda, manfaat ini bisa terasa dalam bentuk yang sederhana. Bersepeda keluar rumah, melihat suasana sekitar dan bertemu orang lain bisa menjadi jeda dari rutinitas yang padat.

Apalagi jika dilakukan bersama komunitas. Aktivitas fisik kemudian tidak hanya menjadi urusan olahraga, tetapi juga kesempatan untuk bersosialisasi.

5. Membantu mengurangi gaya hidup sedentari

Pekerjaan di depan komputer, aktivitas belajar, perjalanan menggunakan kendaraan bermotor dan waktu yang panjang di depan layar membuat banyak orang menghabiskan waktu dalam posisi duduk.

WHO memasukkan perilaku sedentari sebagai salah satu persoalan kesehatan yang berkaitan dengan berbagai dampak buruk bagi tubuh. Karena itu, meningkatkan aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari menjadi penting.

Di sinilah tren bersepeda sebagai mobilitas aktif menjadi menarik.