NADIKABAR.COM — Memiliki kulit berminyak terkadang bisa terasa mengganggu. Apalagi jika kulit berminyak disertai timbulnya jerawat. Wajah bukan hanya terlihat mengkilap dan terasa lengket, tetapi juga bisa menyebabkan rasa nyeri dari jerawat.

Kondisi ini bisa terjadi saat kelenjar sebaceous menghasilkan sebum atau minyak alami yang berlebihan. Sebenarnya, minyak alami wajah baik untuk menjaga kelembaban, tetapi saat jumlahnya terlalu banyak justru akan menimbulkan berbagai permasalahan kulit.

Lalu, apa saja penyebab kulit wajah berminyak dan bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi kondisi kulit? Berikut penjelasannya.

Kulit berminyak bisa disebabkan oleh faktor genetik. Orang tua yang mempunyai kulit berminyak bisa menurunkan kondisi tersebut kepada anaknya. Genetik juga bisa memengaruhi ukuran dan aktivitas kelenjar minyak yang lebih aktif dalam memproduksi minyak.

Faktor genetik memang tidak bisa diubah, tetapi kulit berminyak tetap bisa dirawat agar tidak menimbulkan masalah kulit. Dengan memahami penyebabnya, Anda bisa memilih produk dan rutinitas perawatan kulit yang sesuai agar produksi minyak lebih terkontrol.

Segala jenis kulit, baik itu kulit berminyak, kering, ataupun kombinasi, semuanya bisa berubah seiring bertambahnya usia. Biasanya, seseorang mengalami perubahan selama masa pubertas sampai dewasa muda.

Semakin bertambahnya usia akan membuat kadar hormon menurun, produksi kolagen melambat, dan aktivitas kelenjar minyak juga berkurang. Inilah yang membuat semakin tua seseorang maka kulitnya semakin kering dan berkerut.

Meskipun terdengar sepele dan sering diabaikan oleh beberapa orang, tubuh yang kurang terhidrasi ternyata bisa memengaruhi produksi sebum. Kondisi tubuh yang kekurangan cairan bisa membuat kulit mengalami dehidrasi.

Nah, kondisi ini yang mendorong tubuh mengeluarkan minyak lebih banyak agar kulit tidak kekeringan. Efeknya akan membuat kulit terasa berminyak dan kering. Oleh karena itu, usahakan minum air putih yang cukup setiap harinya agar kulit tetap terhidrasi.

Mengutip Cleveland Clinic, ukuran pori-pori bisa dipengaruhi oleh ukuran kelenjar minyak atau kelenjar sebaceous. Besarnya ukuran pori-pori juga bisa disebabkan oleh faktor genetik.

Biasanya, pori-pori bisa terlihat lebih besar akibat bekas jerawat, perubahan berat badan, atau kondisi lainnya. Sayangnya, ukuran pori-pori sebenarnya tidak bisa diperkecil, tetapi ada beberapa cara untuk membuatnya terlihat lebih kecil, salah satunya dengan menggunakan retinol.

Kondisi cuaca bisa memengaruhi produksi minyak pada kulit. Kulit biasanya akan lebih berminyak saat berada di lingkungan yang panas dan lembab. Sebaliknya, cuaca yang dingin akan membuat produksi minyak berkurang dan kulit terasa lebih kering.

Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan kertas minyak untuk menghilangkan minyak berlebih di wajah. Selain itu, aplikasikan pelembab atau produk makeup yang hasil akhirnya matte agar kulit tidak semakin lengket atau berminyak.

Banyak yang masih percaya bahwa pelembab bisa membuat kulit semakin berminyak. Padahal, anggapan tersebut tidak benar. Justru, pelembab bisa membuat kulit tetap terhidrasi sehingga kulit tidak memproduksi minyak secara berlebihan.

Sebaiknya, kulit yang berminyak menggunakan pelembab yang berbahan dasar air dengan tekstur ringan. Selain itu, pilih yang berlabel oil free dan non comedogenic. Aplikasikan pelembab setelah membersihkan wajah dan menggunakan toner.

Kadar hormon yang naik turun bisa membuat produksi minyak menjadi berlebihan. Hormon yang tidak stabil selama menstruasi, pubertas, kehamilan, atau menopause bisa membuat produksi minyak alami kulit naik.

Bukan hanya kondisi itu saja, stres juga bisa membuat tubuh menghasilkan hormon kortisol yang membuat minyak di wajah bisa semakin banyak. Apabila merasa wajah berminyak karena stres, lakukan aktivitas yang membuat tubuh lebih rileks, seperti meditasi atau yoga.