Bobby mengaku paham akan kondisi yang dirasakan pelanggan akibat kendala pada sejumlah rangkaian KRL produksi INKA.

"Kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan ketika perjalanan terganggu, terlebih pada jam sibuk saat kebutuhan mobilitas sangat tinggi. Kami menangani kendala pada KRL INKA ini dengan serius. Layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga, aman, dan nyaman," ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10).Ia mengatakan KAl telah meminta setiap temuan teknis pada rangkaian ditangani secara menyeluruh.

INKA sebagai manufaktur sarana diminta memastikan setiap langkah korektif dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami membutuhkan tindak lanjut yang cepat dan tuntas. Setiap kendala harus diketahui akar masalahnya, kemudian diselesaikan dengan langkah korektif yang tepat. KAl akan terus mengawal proses ini sampai keandalan rangkaian benar-benar dapat dijaga dalam operasional," ujar Bobby.

Tujuh trainset KRL iE305/CLI-225 produksi INKA sejatinya telah menjalani program pemeriksaan dan perawatan secara bertahap.

Rangkaian terakhir pun sudah menyelesaikan program tersebut pada 5 Oktober 2026 dan seluruh tujuh trainset kembali mendukung pelayanan Bogor Line mulai 6 Oktober 2026.

Namun, menurut temuan KAI, masih terdapat beberapa catatan teknis setelah rangkaian kembali beroperasi. Seluruh temuan tersebut telah disampaikan KAI kepada INKA agar mendapatkan penanganan.