Artinya: "Sesungguhnya di tim redaksi tanda-tanda Hari Kiamat ialah, dicabutnya ilmu, merajalelanya kebodohan, tersebarnya perzinaan, diminumnya khamer, hilangnya kaum laki-laki, dan bertambahnya kaum wanita, sehingga ada seorang lelaki menanggung lima puluh wanita." (HR. Bukhari dan Muslim)
Disebutkan bahwa berkurangnya jumlah populasi laki-laki yang membuat jumlah perempuan melebihinya merupakan salah satu tanda-tanda hari Kiamat yang ditegaskan oleh Rasulullah SAW.
Rasulullah bersabda: "Kiamat tidak terjadi sehingga seorang laki-laki berlalu di hadapan kuburan orang lain, lantas mengatakan : 'Duhai, andaikata aku menggantikan posisinya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Riwayat serupa juga menyebutkan, "Demi Zat yang jiwaku di tangan-Nya, tidak akan musnah (dunia ini) sehingga ada seorang laki-laki berlalu di kuburan orang lain, lantas berguling-guling di atas tanahnya dan mengatakan: 'Duhai, andaikata aku menggantikan posisi penghuni kuburan ini!', padahal ia sama sekali tidak memiliki agama, (itu dilakukannya) semata-mata karena cobaan." (HR. Muslim)
Kondisi ini menggambarkan bagaimana cobaan yang dihadapi manusia di dunia sedemikian berat, sehingga mereka memilih kematian daripada kehidupan. Saat ini, banyak kasus manusia yang memilih untuk mengakhiri hidupnya lantaran tak kuat menghadapi cobaan yang diberikan.
Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,
يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيَنْقُصُ الْعَمَلُ وَيُلْقَى الشُّحُ وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّمَ هُوَ قَالَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ.
Artinya: "Waktu saling berdekatan, ilmu berkurang, kikir tak mau hilang, huru-hara merajalela, dan banyak terjadi kerusuhan. Para sahabat bertanya, 'Ya Rasul Allah kerusuhan apakah itu?' Beliau menjawab, 'Pembunuhan, pembunuhan.'" (HR. Bukhari)