Perubahan ini tidak selalu menimbulkan gejala yang langsung terasa. Seseorang bisa mengalami penurunan kepadatan tulang tanpa menyadarinya sampai terjadi patah tulang akibat benturan ringan atau jatuh.
Untuk menjaga kesehatan tulang, perempuan perlu mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D, melakukan latihan menahan beban sesuai kemampuan, serta menghindari kebiasaan merokok. Bagi perempuan dengan faktor risiko osteoporosis, dokter dapat menyarankan pemeriksaan kepadatan tulang berdasarkan usia dan kondisi kesehatannya.
7. Risiko penyakit jantung perlu diperhatikan
Perubahan metabolisme dan komposisi tubuh selama menopause dapat memengaruhi kesehatan jantung. Penurunan estrogen berkaitan dengan perubahan sejumlah faktor risiko kardiovaskular, meskipun risiko seseorang juga dipengaruhi oleh usia, riwayat keluarga, tekanan darah, kolesterol, kebiasaan merokok dan aktivitas fisik.
Karena itu, menopause menjadi salah satu fase penting untuk lebih memperhatikan kesehatan jantung. Menjaga pola makan, aktif bergerak, tidur cukup dan tidak merokok merupakan langkah yang dapat membantu mengendalikan faktor risiko.
Perempuan juga sebaiknya memeriksakan tekanan darah, kolesterol dan gula darah sesuai kebutuhan. Terapi hormon menopause tidak ditujukan untuk mencegah penyakit jantung dan penggunaannya perlu mempertimbangkan manfaat, risiko, usia serta riwayat kesehatan masing-masing pasien.
Penanganan menopause dapat disesuaikan dengan kondisi
Menopause merupakan proses biologis alami, bukan penyakit. Namun, gejala yang muncul dapat memengaruhi kenyamanan, kesehatan dan kualitas hidup. Tidak semua perempuan membutuhkan pengobatan karena sebagian hanya mengalami keluhan ringan, sementara yang lain memerlukan bantuan medis.
Menurut pedoman National Institute for Health and Care Excellence (NICE) yang diperbarui pada 2024, terapi hormon dapat ditawarkan untuk membantu mengatasi gejala seperti sensasi panas mendadak dan keringat malam. Pilihan lain, termasuk terapi perilaku kognitif khusus menopause dan penanganan nonhormonal, dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan serta kondisi medis.
Penggunaan terapi hormon perlu dibicarakan dengan dokter untuk menilai manfaat dan risikonya, termasuk riwayat penyakit dan faktor risiko individu. Perempuan yang mengalami gejala berat, perubahan menstruasi yang mengkhawatirkan atau perdarahan setelah menopause sebaiknya mendapatkan pemeriksaan medis.
Memahami perubahan tubuh saat menopause dapat membantu perempuan mempersiapkan diri dan mencari pertolongan yang tepat ketika diperlukan. Dengan informasi yang akurat, pemantauan kesehatan dan penanganan sesuai kondisi, masa transisi ini dapat dijalani dengan lebih nyaman.