NADIKABAR.COM — Emas kembali banyak dilirik sebagai salah satu pilihan untuk menyimpan aset. Bagi generasi muda, investasi emas juga semakin mudah dilakukan karena kini tidak selalu harus membeli emas batangan dalam jumlah besar.
Berbagai layanan memungkinkan masyarakat membeli emas secara bertahap dengan nominal yang relatif terjangkau. Bahkan, emas dapat dibeli dan dipantau melalui layanan digital.
Namun, kemudahan tersebut bukan berarti investasi emas bisa dilakukan asal-asalan. Sebelum ikut membeli karena melihat harga emas sedang naik atau ramai dibicarakan di media sosial, ada beberapa hal yang perlu dipahami, terutama bagi pemula.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan untuk apa emas tersebut dibeli.
Apakah untuk dana jangka panjang, persiapan membeli rumah, biaya pendidikan, atau sekadar membangun kebiasaan menyisihkan uang?
Tujuan ini penting karena akan menentukan cara seseorang mengalokasikan uang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyarankan investor mengenali profil dan tujuan investasinya sebelum memilih produk.
Dengan begitu, investasi emas tidak hanya dilakukan karena sedang tren.
2. Jangan gunakan uang kebutuhan sehari-hari
Investasi sebaiknya menggunakan uang yang memang dialokasikan untuk investasi, bukan uang yang dibutuhkan untuk makan, membayar tagihan, cicilan, atau kebutuhan mendesak lainnya.
Bagi Gen Z yang baru mulai mengatur keuangan, tidak perlu memaksakan diri membeli emas dalam jumlah besar.
Menabung secara rutin dengan nominal yang sesuai kemampuan dapat menjadi langkah awal. Yang terpenting adalah konsisten dan tidak mengganggu kebutuhan utama.
Salah satu hal yang sering terlewat oleh investor pemula adalah perbedaan antara harga beli dan harga buyback.
Ketika membeli emas, ada harga yang harus dibayar. Sementara ketika menjual kembali, emas tersebut akan dihargai berdasarkan harga buyback yang berlaku pada saat transaksi.