Bagi pemula, lebih baik memahami produknya terlebih dahulu daripada buru-buru membeli hanya karena melihat orang lain mendapatkan keuntungan.

7. Pilih emas fisik atau digital sesuai kebutuhan

Emas fisik dan emas digital memiliki karakteristik yang berbeda.

Emas fisik memberikan kepemilikan dalam bentuk batangan yang dapat disimpan sendiri. Sementara pada layanan emas digital atau tabungan emas, kepemilikan dapat dicatat dalam satuan gram dan transaksi dilakukan melalui platform penyedia layanan.

Pegadaian, misalnya, menjelaskan bahwa Tabungan Emas memungkinkan nasabah memiliki emas dalam bentuk saldo gram dan melakukan pembelian secara bertahap.

Keduanya bisa dipertimbangkan, tetapi pemula perlu memahami mekanisme, biaya, cara pencairan, serta ketentuan penjualan dari produk yang dipilih.

Ingat, emas bukan jalan cepat menjadi kaya

Ini bagian yang tidak kalah penting.

Emas memang dapat menjadi salah satu instrumen untuk menyimpan nilai aset dalam jangka panjang, tetapi bukan berarti harganya selalu naik setiap saat atau investasi tersebut bebas risiko.

Harga emas tetap dapat bergerak mengikuti kondisi pasar. Selain itu, adanya spread antara harga beli dan buyback membuat investasi emas kurang cocok jika tujuannya hanya membeli hari ini lalu menjual dalam waktu sangat singkat.

Karena itu, bagi Gen Z yang baru mulai berinvestasi, fokus utamanya bukan mengejar keuntungan cepat.

Mulailah dari nominal yang masuk akal, pahami produknya, cek legalitas dan biaya, serta tentukan tujuan investasi sejak awal.

Melalui cara tersebut, investasi emas bisa menjadi bagian dari kebiasaan mengelola keuangan, bukan sekadar mengikuti tren yang sedang ramai di media sosial.