Pembahasan dalam forum tersebut turut menyoroti peran generasi muda dan kearifan lokal dalam pembentukan etika teknologi di tengah perkembangan AI.

Dari sisi bisnis, sejumlah perusahaan dan institusi ikut mendukung penyelenggaraan agenda internasional tersebut, tim redaksi lain Astra, Pertamina, Freeport Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Danantara, Sinar Mas, PT Gajah Tunggal Tbk., dan KEK Kura Kura Bali.

Keterlibatan perusahaan tersebut mencakup pembahasan mengenai transformasi teknologi, keuangan, keadilan sosial, dan keberlanjutan. Forum semacam ini juga membuka ruang pembahasan mengenai perkembangan ekosistem teknologi dan peluang kerja sama ekonomi.

Wakil Presiden United In Diversity Foundation, Suyoto, mengatakan kedamaian perlu dipandang sebagai bagian dari kehidupan yang harus dibangun secara aktif di tengah perubahan global.

"Kedamaian bukanlah sekadar tujuan akhir yang dicapai melalui teori, melainkan sebuah hubungan yang harus kita rawat secara aktif setiap hari," ujar Suyoto.

Ia juga menyoroti perkembangan Indonesia dalam pembangunan manusia dan kerukunan masyarakat.