Alfons menjelaskan, persoalannya bukan sekadar memperbarui perangkat lunak. Banyak organisasi masih menggunakan aplikasi lama atau legacy system yang membutuhkan perombakan kode agar kompatibel dengan PHP modern.
Menghadapi ancaman PHP2Shell, Alfons menyarankan administrator TI segera mengaudit versi PHP pada seluruh server, termasuk sistem internal.
Server yang masih menggunakan PHP versi didukung perlu diperbarui ke rilis dengan perbaikan keamanan. Sementara pengguna versi EOL harus menyiapkan migrasi bertahap.
Sebelum migrasi selesai, administrator disarankan memastikan ketersediaan backported patch, membatasi akses publik menggunakan WAF atau VPN, serta menonaktifkan layanan yang tidak diperlukan.
Vaksincom mengingatkan bahwa server dengan nomor versi lama belum tentu tidak terlindungi. Sejumlah distribusi Linux menerapkan patch keamanan tanpa mengubah nomor versi PHP.
Demi mencegah penyalahgunaan, Vaksincom tidak mempublikasikan daftar domain atau instansi yang terindikasi rentan. Informasi tersebut dikoordinasikan secara tertutup kepada pihak terkait, termasuk BSSN.