NADIKABAR.COM — Festival Indonesia 2026 hadir di Swiss menandai peringatan 75 Tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss. Festival Indonesia diselenggarakan selama 3 hari, pada 28 hingga 30 Agustus 2026, di dua kota, Bern dan Montreux, menghadirkan seni budaya, musik, fesyen, dan kuliner Indonesia.
Festival yang digelar oleh diaspora Indonesia di Swiss dengan dukungan KBRI Bern ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada masyarakat Swiss serta mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) kedua negara.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Konfederasi Swiss dan Kepangeranan Liechtenstein di Bern, Ngurah Swajaya, menyampaikan bahwa seni, musik, dan budaya merupakan bahasa universal yang mampu melintasi batas geografis dan negara untuk menghubungkan hati antarbangsa.
"Peringatan 75 tahun hubungan bilateral ini menjadi momentum untuk terus memperkuat dan memperkokoh kemitraan dan rasa saling percaya di tengah dinamika tantangan dan ketidakpastian global," ujar Dubes Ngurah dalam siaran pers KBRI Bern yang diterima Rabu (2/9/2026).
Penyelenggaraan di kota Bern berlangsung meriah Sabtu, 29 Agustus 2026 dan dipusatkan di ruang publik bersejarah, Waisenhausplatz, yang berlokasi di tengah kota Bern.
Sejak siang hingga malam hari lokasi acara dipadati masyarakat lokal Swiss, diaspora Indonesia, serta pengunjung dari berbagai latar belakang bangsa dan berinteraksi langsung sambil menikmati beragam atraksi budaya dan kuliner Indonesia.
Rangkaian acara di Bern dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI Bern, Ngurah Swajaya, dan diawali dengan penampilan Tari Malluya dan Tari Kalompoanna Parasanganta (Kebesaran Negeriku) yang dibawakan oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Eropa (KKSSE), tarian saman oleh mahasiswa Indonesia, serta pertunjukan wayang kulit berbahasa Jerman. Pertunjukan wayang kulit dalam bahasa Jerman menampilkan Dalang Sigit Susanto, WNI berdomisili di Zug, diiringi juru kendang asal Swiss, Stefan Weibel.