Penyelenggaraan Festival Indonesia 2026 di Bern dan Montreux untuk pertama kalinya ini telah menunjukkan bahwa diplomasi budaya dan kuliner memiliki peran penting dalam membangun kedekatan dan memperkuat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Swiss. Keterlibatan masyarakat Indonesia dan Swiss dalam berbagai rangkaian kegiatan festival menjadi cerminan nyata semakin eratnya hubungan persahabatan kedua negara.

"Momentum 75 tahun ini juga diwarnai dengan peningkatan kerja sama ekonomi, seperti kerja sama pengolahan mineral atau dikenal dengan hilirisasi, kerja sama mengenai perdagangan komoditi global yang melibatkan KADIN Indonesia serta menjadikan kerja sama menjadi kemitraan strategis di berbagai bidang," ujar Dubes Ngurah Swajaya.

Sebelumnya perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss digelar di Jakarta akhir Juli lalu. Acara tersebut sekaligus menjadi resepsi Hari Nasional Swiss terakhir yang digelar Duta Besar Swiss untuk Indonesia dan Timor-Leste, Olivier Zehnder, sebelum mengakhiri masa tugas diplomatiknya.

Dalam sambutannya, Zehnder merefleksikan perjalanan hubungan Indonesia dan Swiss selama 75 tahun. Menurutnya, peringatan tersebut bukan sekadar angka dalam kalender, melainkan hasil dari kerja sama, dialog, dan hubungan antarmasyarakat yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Hubungan bilateral kedua negara kini telah berkembang jauh melampaui diplomasi tradisional. Kerja sama Indonesia dan Swiss mencakup perdagangan, investasi, keberlanjutan, pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, hingga inovasi.

Zehnder melihat adanya kesamaan tim redaksi Swiss dan Indonesia. Meskipun kedua negara memiliki perbedaan besar dari sisi geografis maupun skala wilayah, keduanya memahami bahwa persatuan tidak harus berarti keseragaman.