Festival Indonesia di Bern semakin meriah dengan kegiatan interaktif yang mengajak para pengunjung turut menjadi bagian dari pertunjukan, menampilkan tarian poco-poco dan Gemu Fa Mi Re, menampilkan penyanyi Murni Surbakti.
Diiringi Denny Chasmala Band, Festival Indonesia di Bern yang berlangsung selama satu hari, dan di Montreux selama tiga hari tersebut juga menghadirkan penampilan istimewa penyanyi ternama tanah air, Reza Artamevia dan Katon Bagaskara, yang disambut meriah oleh warga diaspora Indonesia.
Interaksi antarmasyarakat melalui seni, budaya, musik dan kuliner Indonesia sekaligus menjadi ajang memperkenalkan keunikan dan keragaman Indonesia. Kehangatan dan sambutan positif tampak dari para hadirin, sekaligus mengharapkan agar Festival Indonesia dapat diselenggarakan setiap tahun.
Selain pertunjukan budaya, panggung fesyen turut menampilkan keindahan kain wastra Indonesia melalui peragaan busana karya desainer Uzy Fauziah dari Surakarta, serta Gee Batik Yogyakarta bersama maestro batik, Sugeng Waskito. Para pengunjung juga berkesempatan mengenal dan membeli berbagai produk batik Indonesia yang ditampilkan selama festival, yang juga didukung oleh pemerintah kota Surakarta, melalui kehadiran Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani.
Beragam hidangan khas Indonesia, seperti sate, bakso, nasi padang, pempek, dan cendol, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Kehadiran kuliner tersebut tidak hanya memperkenalkan cita rasa Indonesia, tetapi juga menciptakan ruang interaksi yang lebih dekat tim redaksi masyarakat Indonesia dan Swiss.
Kegiatan di Montreux dan Bern dihadiri oleh diaspora dari berbagai kota di Swiss, termasuk kegiatan di gedung Casino Montreux juga dihadiri Duta Besar Ngurah Swajaya, Duta Besar Sidharto R. Suryodipuro, Wakil Tetap RI di PTRI Jenewa beserta jajarannya.
Kota Montreux dikenal luas sebagai salah satu kota musik dunia yang dikenal dengan Montreux Jazz festival tahunan, sementara Bern adalah kota bersejarah yang dilindungi UNESCO, sekaligus Kota Federal Swiss. Kedua kota ini menjadi panggung ideal untuk memperkenalkan keberagaman musikalitas, seni, dan tradisi Nusantara kepada publik Swiss dan internasional.