Dia menambahkan, ribuan anak yang masuk dalam kategori ATS ini sejatinya tersebar di hampir seluruh jenjang pendidikan.

Oleh karena itu, percepatan penanganan ATS di pusat kota maupun pinggiran menjadi pekerjaan rumah bersama yang memerlukan kecermatan tinggi.

"Jadi memang harus kita lihat satu per satu kondisinya. Jangan sampai data yang ada ini kemudian tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan," tegasnya.

Guna mengejar target penuntasan pada Oktober mendatang, Rojab memastikan Dinas Pendidikan akan terus memperkuat kolaborasi dengan unsur kewilayahan hingga tokoh masyarakat setempat.

Pemutakhiran data juga akan terus dilakukan secara berkala dan berkesinambungan agar perkembangan penanganan ATS dapat terus terpantau.

Menurutnya, hasil verifikasi akhir nantinya akan menjadi pijakan utama bagi Dinas Pendidikan dalam menentukan bentuk intervensi yang paling tepat, baik berupa pengembalian ke sekolah formal maupun penyaluran ke jalur nonformal.

"Saya yakin dengan timeline bulan Oktober itu beres. Nanti dengan intensitas update per minggu, dan ketercapaian itu akan terwujud. Yang paling penting bukan hanya datanya selesai, tetapi anaknya juga bisa kembali mendapatkan hak pendidikan," kata Rojab