Oleh karena itu, model bisnis diubah menjadi mark to market yang mengacu pada harga pasar. Perubahan ini mendorong efisiensi sekaligus mampu membawa Pupuk Indonesia membangun delapan pabrik pupuk baru saat ini.

Melalui skema baru tersebut, peningkatan investasi akan menekan biaya produksi, sehingga margin keuntungan semakin besar.

Posisi ketiga ditempati oleh PT Danareksa (Persero) dengan peningkatan laba mencapai 110 persen dan keempat PTPN III sebesar 55 persen.

Posisi kelima ditempat oleh PT Pertamina (Persero) dengan lonjakan laba sebesar 48 persen.

Lonjakan laba perusahaan migas negara itu terjadi setelah tiga anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang hilir digabung atau merger.

Ketiga perusahaan itu adalah Pertamina Patra Niaga, Pertamina International Shipping, dan Kilang Pertamina Internasional.