"Meledak kedua 'dum' (dari) mesin, itu udah gelap. Habis gelap, orang pada panik. Saya untung pakai handuk gini-giniin (tutup hidung), terus saya teriak 'tolong sekoci diturunin', kagak diturunin sampai penumpang habis, sekoci enggak ada turun satu pun," ujarnya.
Saat sirene bunyi, penumpang kapal oleh petugas diminta memakai pelampung. Saat itu, kepanikan tak terbendung hingga penumpang ada yang langsung melompat ke laut.
"Loncat. Tapi kan diselamatkan oleh nelayan. Nelayan Merak," katanya.
Para penumpang kapal sempat diselamatkan nelayan sekitar Merak saat kebakaran terjadi. Sopir bus rute Padang-Jakarta, Zulhaedi mengatakan, dia bersama beberapa penumpang lain diselamatkan oleh nelayan sekitar Merak.
"Nelayan dulu yang bantuin itu nelayan dulu. Barulah kapal-kapal yang dari Bakau," ujar Zulhaedi saat ditemui di posko evakuasi, Kamis (20/10).
Saat kejadian, ada penumpang yang nekat terjun ke laut dari lantai 3 KMP Batumandi. Penumpang panik membuat suasana di kapal makin mencekam. Kapal yang dipenuhi asap membuat beberapa penumpang mengalami sesak napas.
"Kebetulan saya kan pakai handuk, giniin... kasih air dikit, biar enak gitu... buat pernapasan. Masalahnya kalau enggak pakai handuk saya tadi, mungkin udah pingsan," katanya.
Polda Banten menyampaikan terdapat 420 penumpang di kapal KMP Batumandi yang terbakar di dekat Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
"Berdasarkan manifest, jumlah penumpang KMP Batumandi sebanyak 420 orang. Di dalam kapal juga terdapat 89 unit kendaraan. Dari total penumpang tersebut, sebanyak 393 orang berada di dalam kendaraan, sedangkan 27 orang lainnya merupakan penumpang pejalan kaki," ujar Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea, Rabu (21/10).
Seluruh penumpang telah dievakuasi dan tidak ada korban jiwa. Sementara itu, sejumlah penumpang yang mengalami luka-luka telah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis.
"Untuk kondisi penumpang, berdasarkan informasi sementara dari ASDP, tidak ada korban meninggal dunia. Sementara itu, penumpang yang mengalami luka-luka telah dievakuasi ke Puskesmas Merak dan Rumah Sakit Krakatau Medika," ujarnya.
Maruli mengatakan petugas masih menyelidiki penyebab kebakaran KMP Batumandi.
"Untuk kronologi lengkap dan penyebab kebakaran, kami mohon masyarakat bersabar. Nantinya akan ada tim yang melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Maruli.