Wilayah karhutla yang dimaksud dengan hotspot tinggi, terkonsentrasi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Papua Selatan.

Meski musim kemarau masih kuat-kuatnya, BMKG menilai masih ada hujan di sejumlah wilayah RI dengan intensitas sedang-lebat. Hujan diprakirakan turun di wilayah Sumatera dan Kalimantan Utara dengan instansitas sedang-lebat.

Sedangkan beberapa wilayah Sumatera lainnya, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua diprediksi mengalami hujan ringan-sedang. Ini menjadi kabar baik, terutama untuk membantu meredakan dampak karhutla yang semakin meluas.

Untuk periode 11-17 September 2026, hujan berpotensi kembali turun karena hadirnya fenomena Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, daerah perlambatan dan pertemuan angin, kondisi atmosfer yang cukup labil, dan konvektif lokal.