"Kami mengawasi kejadian-kejadian yang selama ini ada di bursa. Dan dalam peristiwa-peristiwa yang kemudian kami memonitor serta meminta kepada bursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam rangka juga mengakomodir pendapat-pendapat dari lembaga-lembaga rating internasional," kata Dasco.
Sementara itu, Friderica mengatakan OJK bersama penyelenggara pasar modal terus melakukan pembenahan.
"Saat ini OJK dan SRO sedang melakukan reformasi terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia," ujar Friderica.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyatakan Polri siap menindak dugaan pelanggaran hukum di pasar modal.
Ia mengatakan Bareskrim Polri akan menurunkan tim berdasarkan informasi dan pengaduan yang diterima mengenai dugaan pelanggaran maupun tindak pidana pasar modal.
"Kami dari Polri tentunya akan menurunkan tim dari Bareskrim Polri sesuai dengan informasi dan pengaduan yang kami dapatkan, adanya dugaan pelanggaran maupun tindak pidana pasar modal," kata Suyudi.
Pernyataan itu disampaikan setelah koordinasi bersama OJK dan BEI menyusul gejolak pasar saham.
Di tengah kejatuhan IHSG, sejumlah bursa saham Asia justru ditutup menguat pada Jumat (16/10).
Indeks Hang Seng Composite Hong Kong naik 0,52 persen, Straits Times Singapura menguat 0,26 persen, Shanghai Composite China naik 0,24 persen, dan Nikkei 225 Jepang menguat 1,39 persen.
Rupiah ikut melemah di tengah tekanan pasar. Mata uang Garuda turun 100 poin atau 0,56 persen ke level Rp18.038 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Sejumlah mata uang Asia lainnya juga melemah, termasuk yen Jepang sebesar 0,56 persen, won Korea Selatan 0,26 persen, peso Filipina 0,06 persen, ringgit Malaysia 0,04 persen, dan dolar Singapura 0,05 persen.
Yuan China turun 0,02 persen, sedangkan dolar Hong Kong bergerak datar.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
Tekanan di pasar saham domestik juga dinilai membebani rupiah.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi di Timur Tengah yang kembali melonjakan harga minyak mentah dunia. Dari domestik, sell-off di pasar ekuitas juga masih terus membebani rupiah," ujar Lukman, Jumat (16/10).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,57 persen ke level 5.185 pada penutupan perdagangan Jumat (16/10).
Indeks merosot 678,67 poin dibandingkan penutupan sebelumnya. Bahkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) pada awal sesi.
Tekanan terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) memulai konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).
Mengutip data RTI Infokom, nilai transaksi saham sepanjang perdagangan mencapai Rp31,92 triliun dengan volume 68,56 miliar saham. Sebanyak 775 saham melemah, hanya 10 saham menguat, dan 10 saham stagnan.
Seluruh indeks sektoral berakhir di zona merah, dengan sektor barang baku mencatat pelemahan terdalam sebesar 13,26 persen.
Berikut sejumlah fakta terkait anjloknya IHSG pada Jumat (16/10):
IHSG ditutup di level 5.185, turun 678,67 poin atau 11,57 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya.
Tekanan jual terlihat pada mayoritas saham. Berdasarkan data RTI Infokom, sebanyak 775 saham melemah, 10 saham menguat, dan 10 saham stagnan.
Nilai transaksi mencapai Rp31,92 triliun dengan volume perdagangan 68,56 miliar saham.
Seluruh indeks sektoral melemah. Sektor barang baku mencatat penurunan terdalam, yakni 13,26 persen.
BEI memberlakukan penghentian sementara perdagangan saham atau trading halt pada pukul 08.58 WIB setelah IHSG anjlok 8,01 persen ke level 5.393,92 pada pembukaan perdagangan.
P H Sekretaris Perusahaan BEI Valentina Simon mengatakan penghentian perdagangan dilakukan selama 30 menit dan dijadwalkan berakhir pada pukul 09.28 WIB.
"Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan IHSG yang mencapai 8 persen," ujar Valentina dalam keterangan resmi, Jumat (16/10).
Perdagangan kembali dibuka setelah jeda. Namun, IHSG masih melemah 10,76 persen ke level 5.233 pada penutupan sesi I.
MSCI memulai konsultasi dengan pelaku pasar mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Dalam pengumumannya, MSCI menyebut pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran terkait kelayakan investasi saham Indonesia. Persoalan yang disorot mencakup ketidakjelasan struktur kepemilikan saham dan dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi.