NADIKABAR.COM — Siapa yang sangka, planet tempat kita tinggal masih menyimpan sejuta misteri yang belum terungkap. Padahal Bumi adalah satu-satunya planet yang terbukti dihuni oleh manusia dan juga telah banyak menjadi objek penelitian sejak dulu.
Kali ini, ilmuwan kembali mengungkapkan sederet fakta menarik tentang Bumi yang menarik. Mulai dari berang-berang yang melawan pemanasan global hingga serigala yang membantu tumbuhnya pohon di taman nasional
Apa saja fakta-fakta unik tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya!
Disebut Bulan semu, asteroid ini diberi nama PN7 dan ditemukan pada 29 Agustus 2025 lalu di observatori Pan-STARRs Hawaii. PN7 nampak mengorbit bumi, meski demikian asteroid tersebut ternyata telah mengorbit Matahari selama kurang lebih 60 tahun dan akan hilang dari orbit Bumi.
Ukurannya yang kecil membuat PN7 tidak dapat mempengaruhi gravitasi Bumi yang jauh lebih besar. Berbeda dengan Bulan yang memiliki cukup gravitasi sehingga bisa menyebabkan pasang surut air laut. Namun, kehadiran PN7 ini disambut baik oleh ilmuwan karena dapat membantu mempelajari mekanika orbit planet.
Mantel Bumi merupakan lapisan batuan lunak yang membungkus Bumi jauh di bawah permukaan. Baru-baru ini, ilmuwan menemukan bahwa dapat terjadi gempa di mantel Bumi melalui analisis gelombang seismik tertentu.
Gempa di mantel ini terjadi di seluruh permukaan Bumi, paling sering di bentangan Pegunungan Alpen hingga Himalaya, bahkan terjadi pula di Selat Bering yang terletak di Rusia dan Alaska. Meski tidak tampak dampaknya di permukaan, ilmuwan tetap meneliti untuk mitigasi gempa dahsyat di permukaan.
Berang-berang biasanya akan membendung sungai untuk dijadikan tempat tinggalnya yang disebut dengan wetland (lahan basah). Ternyata tempat tinggalnya ini bisa menampung karbondioksida (CO2) hingga 10 kali lebih banyak dibandingkan lahan basah yang tidak dihuni oleh berang-berang.
Normalnya, bahan organik yang membusuk di tempat terbuka akan melepas CO2 ke atmosfer dan berkontribusi dalam pemanasan global. Namun, sampah organik yang terpendam di lahan basah hunian berang-berang jadi terperangkap sehingga CO2 tidak menguap ke atmosfer.
Pemanasan global merupakan fenomena nyata yang saat ini sedang berlangsung di Bumi. Ilmuwan berhasil memprediksi seberapa banyak es abadi di Arktik yang akan mencair dalam beberapa waktu ke depan.
Mencairnya es ini akan membuat karbon yang selama ini terkunci di bawah lapisan es menjadi cair dan naik ke permukaan dan bertransformasi menjadi gas yang lepas ke atmosfer. Hal ini dapat memperparah pemanasan global sekaligus menjadi rantai sebab-akibat yang tidak putus.
Samudera menyimpan rahasia di kedalaman yang tidak tersentuh sinar matahari. 9,6 kilometer atau 6 mil di bawah permukaan samudera, terdapat palung yang disebut hadal zones.
Dikutip dari Reader's Digest, di kedalaman ini, ilmuwan menemukan ekosistem cacing tabung, kerang, gastropoda, bahkan mungkin spesies baru yang berkembang pesat. Spesies ini memanfaatkan metana sebagai sumber energi karena habitatnya tidak terkena sinar matahari.
Inti Bumi terdiri dari bola logam padat yang panas dan dikelilingi oleh lapisan logam cair. Logam cair yang dimaksud adalah emas, platinum, dan logam langka yang disebut rutenium.
Kandungan logam ini ditemukan pada batuan vulkanik kuno di Hawaii dan diduga berasal dari inti bumi. Ruthenium diangkut ke permukaan melalui magma yang meletus sebagai lava dan menciptakan titik panas vulkanik.
Meski demikian, para ilmuwan masih meneliti apakah 'kebocoran' ini merupakan fenomena baru.
Tunas pohon aspen dimakan oleh populasi rusa yang semakin melimpah, sayangnya populasi serigala di hutan tersebut sempat punah. Akhirnya pada 1990-an serigala kembali diperkenalkan di Yellowstone National Park dan terbukti mengurangi populasi rusa. Berkurangnya populasi rusa menandakan suburnya pohon-pohon di sana.
Hutan aspen unik karena semua pohon terhubung oleh sistem akar bawah tanah dan karena sebenarnya mereka adalah klon genetik satu sama lain.
Muatan listrik dapat muncul saat air menghantam sesuatu seperti pada ombak atau air terjun. Listrik yang super kecil di permukaan air laut ini bisa bereaksi dengan gas di udara dan membentuk senyawa organik.
Pada sebuah penelitian 2025 lalu, terungkap bahwa energi terbarukan dapat menghasilkan listrik yang melampaui permintaan (outpace demand), artinya produksinya cukup besar untuk memenuhi bahkan melebihi kebutuhan listrik yang ada.
Hal ini menandakan bahwa energi terbarukan seperti sinar matahari atau angin dapat menjadi sumber energi utama dunia tanpa merusak planet.
Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di NadiKabar.com.