Muncul potensi koalisi antara kubu oposisi dengan partai-partai Arab Israel tersebut, yang sama-sama bertujuan menyingkirkan Netanyahu dan koalisi sayap kanannya dari tampuk kekuasaan. Namun negosiasi koalisi semacam itu diperkirakan bisa berlangsung alot dan memakan waktu berminggu-minggu.

Hasil sementara yang dirilis CEC ini berbeda dengan gambaran yang disajikan oleh sebagian besar jajak pendapat arus utama sebelum pemilu digelar. Hampir semua jajak pendapat terkemuka memprediksi kubu oposisi pimpinan Eisenkot unggul atas koalisi Netanyahu dengan selisih tipis.

Sejumlah exit poll yang dirilis setelah pemungutan suara diakhiri pada Selasa (27/10) malam, juga memproyeksikan keunggulan kubu Eisenkot atas koalisi Netanyahu.

Namun seiring proses penghitungan suara berlangsung, tampak bahwa exit poll itu tidak akurat, karena Partai Likud dan koalisi Netanyahu justru berbalik unggul atas kubu Eisenkot dan partai oposisi lainnya.

Hasil yang dirilis CEC itu belum bersifat final, meskipun angka tersebut diperkirakan tidak akan mengalami perubahan drastis.

Suara yang telah selesai dihitung itu mencakup hasil dari hampir seluruh kotak suara reguler yang berisi surat suara biasa. Penghitungan suara selanjutnya akan beralih untuk surat suara dalam amplop ganda dan surat suara biasa yang memerlukan pengawasan ekstra.

Dengan penghitungan masih berlanjut, kemungkinan besar update hasil pemilu baru bisa diketahui pada Kamis (29/10) sore waktu setempat.