Ia pun menekankan, penguatan produksi harus berjalan beriringan dengan pembangunan ekosistem usaha. Kemitraan, kepastian peran para pihak, serta dukungan kebijakan dan regulasi perlu disiapkan sejak awal agar hasil peningkatan produksi memiliki jalur pemasaran yang jelas.

"Kita ingin membangun ekosistem yang baik. Kemitraannya harus jelas, termasuk apa yang akan dikerjakan dan hasil yang ingin dicapai. Kebijakan dan regulasi pendukungnya juga perlu disiapkan," jelas Alim.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor bawang putih sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 229,76 ribu ton. Angka ini naik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 178,89 ribu ton.

Dari total volume impor tersebut, tercatat, 98% impor bawang putih Indonesia berasal dari China, sementara sisanya dipasok dari India.