NADIKABAR.COM — Jumlah pengguna media sosial (medsos) di seluruh dunia terus bertambah. Laporan terbaru We Are Social dalam Digital 2027 mencatat terdapat 5,81 miliar identitas pengguna medsos global pada awal Oktober 2026.
Angka tersebut setara dengan 69,9% dari total populasi dunia. Dengan kata lain, hampir 7 dari 10 penduduk dunia tercatat memiliki identitas pengguna di platform media sosial.
Berdasarkan analisis Manochi yang dimuat dalam laporan, jumlah identitas pengguna medsos global meningkat 151 juta dalam kurun waktu 12 bulan hingga Oktober 2026. Pertumbuhan tahunannya mencapai 2,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, angka 5,81 miliar ini tidak sepenuhnya merepresentasikan jumlah individu unik. Sebab, satu orang bisa memiliki lebih dari satu akun media sosial di berbagai platform.
We Are Social mencatat pertumbuhan penggunaan medsos tetap berlanjut meskipun terjadi penyesuaian data dari sejumlah platform. Meta, misalnya, dilaporkan melakukan penghapusan sejumlah akun Facebook dan Instagram dalam beberapa pekan terakhir sehingga memengaruhi angka jangkauan audiens yang dilaporkan di sejumlah negara.
Terlepas dari perubahan tersebut, tren penggunaan media sosial secara global masih menunjukkan peningkatan. We Are Social memperkirakan tingkat adopsi medsos dunia akan menembus 70% pada awal 2027 apabila tidak terjadi lagi pengurangan signifikan pada data jangkauan platform.
Tingginya penggunaan layanan ini juga terlihat dari kebiasaan masyarakat dalam mengakses platform digital.
Berdasarkan survei GWI yang dikutip dalam laporan, sebanyak 97,1% pengguna internet dewasa di seluruh dunia mengaku menggunakan jejaring sosial atau platform pesan setidaknya sekali dalam sebulan terakhir.
Angka itu sedikit lebih rendah dibandingkan dua tahun sebelumnya, yakni pada kuartal II 2024. Namun, data GWI menunjukkan penggunaan platform sosial kembali mengalami peningkatan dalam beberapa kuartal terakhir.
Dari sisi durasi, pengguna internet global juga menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengakses medsos dan platform video online seperti YouTube dan TikTok.
Rata-rata pengguna internet menghabiskan waktu 19 jam 18 menit per minggu untuk menggunakan platform tersebut. Durasi ini bertambah 42 menit dibandingkan rata-rata mingguan pada periode yang sama tahun sebelumnya, atau meningkat 3,8%.
Filipina menjadi salah satu negara dengan durasi penggunaan tertinggi. Pengguna internet di negara tersebut menghabiskan lebih dari 36 jam setiap minggu untuk mengakses media sosial dan konten video.
Sementara itu, pengguna internet berusia 16-24 tahun menghabiskan rata-rata lebih dari 24 jam per minggu untuk menjelajahi media sosial dan konten video. Durasi tersebut lebih dari tiga kali lipat dibandingkan pengguna internet berusia 65 tahun ke atas.
Laporan Digital 2027 Global Overview Report ini pun mengungkap platform media sosial yang paling banyak disukai pengguna internet global.
Berdasarkan survei GWI terhadap pengguna media sosial aktif berusia 16 tahun ke atas, Instagram menempati posisi pertama sebagai platform favorit dengan perolehan 17,8%.
WhatsApp berada di posisi kedua dengan 17,1%, disusul Facebook sebesar 13,3%. WeChat menempati posisi keempat dengan 11,2%, sementara TikTok melengkapi lima besar dengan 10%.
Instagram pun mencatat peningkatan popularitas. Persentase pengguna aktif media sosial yang menjadikannya platform favorit naik dari 16,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 17,8% pada kuartal II 2026.
Begitu pula TikTok turut mengalami peningkatan, dari 9,1% pada kuartal II 2025 menjadi 10% pada kuartal II 2026. Sementara itu, WhatsApp dan Facebook mengalami penurunan persentase sebagai platform favorit dalam periode tersebut.
Laporan Digital 2027 Global Overview Report disusun We Are Social bersama Meltwater dan menghadirkan analisis mengenai perkembangan ekosistem digital global, mulai dari penggunaan internet, media sosial, perangkat seluler, hingga adopsi kecerdasan buatan.