Penerapan sistem ini disambut petani di Desa Sedang, Abiansemal. Mereka berharap efisiensi waktu dan tenaga dengan teknologi modern itu berbanding lurus dengan peningkatan hasil produksi gabah sesuai target pemerintah.

"Kami sangat menyambut baik penerapan sistem PM-AAS ini karena proses tanam jadi jauh lebih cepat. Penggunaan alat ini bikin pengerjaan hemat waktu dan biaya operasional bisa ditekan," kata petani Subak Tanah Yeng, Ketut Wijaya, Minggu.

"Kami berharap hasil panen nanti benar-benar bisa naik sampai 12 ton per hektare agar pendapatan petani meningkat. Bantuan pupuk dan bibit juga harus dipastikan lancar sampai masa panen," pungkas Wijaya.