"Ya, biar dikit juga yang penting masih ada untungnya," ujar Nano saat ditemui NadiKabar.com.

Ia juga terbantu dengan biaya operasional. Sebagai pedagang keliling Nano mengaku tak perlu merogoh kocek untuk biaya sewa lantaran dagangannya ia jajakan dengan berkeling.

"Kalo untung sih masih ada sedikit, karena kita juga enggak nyewa tempat," lanjutnya

Meski begitu, ia mengaku penjualan hariannya cukup bervariasi. Saat kondisi ramai, Nano beber penggunaan tepung bisa mencapai 10 kilogram.

Salah seorang pedagang berbahan dasar tepung di kawasan Jakarta Selatan mengaku belum menaikkan harga jual meski harga bahan baku terus meningkat. Ia menjual berbagai jenis jajanan, seperti odading, donat, ikut bantal, onde, dan cakwe dengan harga tetap.

"Emang semuanya naik (bahan baku). Tapi kita enggak (menaikkan harga makanan). Tetap kita dagang segitu saja," ujarnya saat ditemui NadiKabar.com.

Ia juga merinci beberapa harga bahan baku melambung, seperti  tepung terigu yang sebelumnya berkisar Rp200 ribu per karung naik menjadi Rp210 ribu. Selain itu, harga minyak goreng juga mengalami kenaikan sekitar Rp2 ribu per liter.

"Semua bahan naik, minyak naik, gula naik, mentega naik, susu naik, semuanya tuh naik," jelasnya.