NADIKABAR.COM β Program akselerasi startup berbasis kecerdasan buatan (AI) Action AI Boost menggelar Demo Day 2026 sebagai rangkaian penutup Cohort 1 yang mempertemukan 10 finalis dengan beragam solusi berbasis AI.
Sepuluh finalis tersebut mempresentasikan produk yang mereka kembangkan setelah melalui empat tahapan dan 13 quest selama program, termasuk proses pengembangan, validasi produk, dan pembuktian traction melalui berbagai submission sebelum mencapai tahap Demo Day.
"Action AI Boost dirancang untuk mendorong peserta agar tidak berhenti di tahap ide. Sepanjang program, mereka didorong untuk terus mengembangkan produk, menguji solusi tersebut di pasar, dan menunjukkan bukti nyata bahwa apa yang mereka bangun memiliki potensi untuk berkembang," kata Director of Business Indonesia UD IMPACT/underdogs Dinda Hervi dalam keterangan tertulis, Sabtu.
"Oleh karena itu, ketika sampai di Demo Day, para finalis tidak hanya datang membawa ide, tetapi juga membawa hasil dari proses membangun, menguji, dan terus memperbaiki bisnis mereka,β sambung dia.
Sepuluh finalis dalam Action AI Boost Demo Day 2026 menghadirkan solusi yang beragam, mulai dari social productivity, teknologi dan SaaS, health and wellness, fintech, hingga solusi untuk industri kreatif dan olahraga, di antaranya Aksa, yaitu aplikasi sosial yang membantu pengguna untuk membangun kebiasaan harian bersama orang terdekat.
Kemudian, ArcXora, yakni aplikasi yang mengembangkan solusi connected intelligence untuk kebutuhan di era digital, dan Closales.ai yang menghadirkan conversion intelligence app untuk membantu proses konversi bisnis.
Lalu, Fitara Indonesia yang dapat membantu pengguna dalam menemukan jenis olahraga yang sesuai untuk mendukung potensi anak.
KULINK yang merupakan digital workspace berbasis AI bagi kontraktor konstruksi skala kecil dan menengah untuk memantau progres proyek, mengelola tim lapangan, dan mengotomatisasi laporan.
MESSE yang mengembangkan solusi untuk membantu analisis saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX) dan NEXUM VENTORA yang menghadirkan solusi smart traffic intelligence untuk mendukung pengelolaan lalu lintas website dari serangan bot.
Pillar AI menghadirkan solusi AI CFO untuk usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia, yang membantu pelaku usaha memahami kondisi keuangan dan mengambil keputusan bisnis dengan lebih cepat.
Racqee yang memperkenalkan kamera tenis berbasis AI untuk mendukung aktivitas olahraga tenis, serta Visionyr yang mengembangkan platform strategic branding berbasis AI untuk membantu mengubah ide menjadi identitas dan strategi merek yang lebih terarah.
Penilaian dilakukan oleh tiga juri, yaitu CEO Ink Direct dari Korea Selatan Patrick Yoon, AI Connect Program Lead di Telkom Indonesia Mizan Lazuardi dan Fadhlan Fariz dari tim Investment BNI Ventures.
Panel menilai masing-masing finalis berdasarkan enam aspek utama, yakni kesesuaian antara masalah dan solusi, traction dan bukti pendukung, model bisnis, penggunaan AI dalam produk, dampak yang dihasilkan, serta kualitas pitch dan penyampaian.
Dalam aspek penggunaan AI, penilaian secara khusus melihat apakah AI menjadi bagian integral dari produk, bukan sekadar fitur atau label tambahan.
Sebagai bagian dari kelanjutan program, tiga tim dengan hasil terbaik akan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bisnis dan memperluas jaringan di Korea Selatan.
Melalui kesempatan tersebut, setiap tim akan terhubung dengan ekosistem entrepreneur Korea Selatan, sekaligus mengeksplorasi peluang kolaborasi, pengembangan pasar, dan pertumbuhan bisnis lebih lanjut.
Pada akhir rangkaian Demo Day, Aksa terpilih sebagai pemenang pertama Action AI Boost Demo Day 2026 melalui aplikasi sosial berbasis AI yang membantu pengguna membangun dan mempertahankan action streaks bersama, dengan dukungan AI agent yang proaktif.
"Berhadapan langsung dengan pasar mengajarkan kami bahwa setiap fitur harus dibangun berdasarkan kebutuhan pengguna, bukan asumsi semata. Sejak peluncuran, kami terus memperbaiki produk berdasarkan masukan yang diterima, dan ke depannya kami ingin terus mengembangkannya agar semakin relevan dan bermanfaat bagi pengguna,β ungkap Founder dan CEO Aksa Haris Farrasi.
Sementara itu, Racqee menempati posisi runner-up melalui solusi kamera tenis berbasis AI untuk mendukung aktivitas dan pengalaman bermain tenis, sekaligus meraih penghargaan Peopleβs Choice sebagai finalis dengan perolehan suara terbanyak dari audiens.
Posisi ketiga diraih oleh Fitara Indonesia, sebagai finalis yang membantu pengguna dalam menemukan jenis olahraga yang sesuai untuk mendukung potensi anak.