NADIKABAR.COM — "Hari Santri ini untuk mengenang dan menghormati resolusi jihad dalam melawan penjajah yang dulu dilaksanakan oleh Hadratus Syeikh Hasyim Asy'ari dan para santri," kata Luthfi dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).

Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri acara Jateng Bersholawat dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Jalan Pancasila, Kota Tegal, Rabu (21/10).

Dalam acara tersebut, Ahmad Luthfi didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Turut hadir jajaran Forkopimda Jawa Tengah, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal Iin Tazkiyatul Muthmainnah, serta sejumlah kepala daerah se-Jawa Tengah.

Hadir pula ulama Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), dan Habib Bidin yang memberikan tausiyah serta memimpin selawat bersama.

Ia mengapresiasi peran santri di Jawa Tengah. Provinsi ini memiliki setidaknya 5.400 pondok pesantren dengan 555 ribu santri. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan modal sosial yang perlu terus diperkuat agar pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu berkontribusi di berbagai bidang.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menginisiasi program Pesantren Obah. Melalui program tersebut, pemerintah provinsi juga memberikan beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren.