Pada 2026, disiapkan anggaran sebesar Rp 6,8 miliar untuk pendidikan di dalam dan luar negeri. Program ini menarik minat 942 pendaftar. Dari jumlah tersebut, 15 santri dinyatakan lolos untuk melanjutkan pendidikan ke Mesir, Yaman, dan Tiongkok.

Beberapa hari sebelumnya, sebanyak 424 santri yang menempuh pendidikan di Ma'had Aly juga menerima beasiswa. Beasiswa turut diberikan kepada santri penggerak, yakni santri yang aktif dalam organisasi intra dan ekstra kampus serta masih tinggal di pesantren.

Selain beasiswa, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melanjutkan pemberian insentif bagi guru agama, tali asih bagi santri penghafal Al-Qur'an, serta hibah dan bantuan renovasi pondok pesantren dan masjid.

Pada 2025, insentif guru agama diberikan kepada 230.830 penerima. Masing-masing penerima memperoleh Rp 1,2 juta per tahun, dengan total anggaran sekitar Rp 277 miliar. Program tersebut berlanjut pada 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Muhammad Yusuf Chudlori, menceritakan secara singkat peran santri, kiai, dan ulama dalam Resolusi Jihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi salah satu landasan lahirnya Hari Santri Nasional.