Demi meminimalkan dampak kemacetan, mayoritas pekerjaan dilaksanakan pada malam hingga dini hari. Keputusan ini diambil karena volume lalu lintas pada rentang waktu tersebut relatif lebih rendah. Selama pekerjaan berlangsung, lajur terdampak akan dibatasi dan dilengkapi berbagai perangkat pengamanan.

Petugas operasional juga disiagakan penuh selama 24 jam untuk merespons kondisi darurat di lapangan. Rivan pun menyampaikan permohonan maaf atas potensi ketidaknyamanan pengguna jalan selama proses preservasi berlangsung. Pihaknya akan terus berupaya menempatkan pelanggan sebagai pusat dari setiap layanan.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama pekerjaan preservasi berlangsung. Kami berupaya meminimalkan dampak terhadap perjalanan masyarakat melalui pengaturan lalu lintas, pemilihan waktu pekerjaan hingga pengamanan di lokasi," jelas Rivan.

Pelaksanaan preservasi ini turut mematuhi ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2024 tentang Jalan Tol. Regulasi tersebut mengatur keharusan untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan serta kelancaran lalu lintas saat berkegiatan.