Kejadian tersebut membuat mereka harus memperbaiki desain dan menambahkan saluran pembuangan air. Berbagai komponen kemudian disesuaikan melalui proses percobaan berulang kali.
Selama mengikuti Samsung Solve for Tomorrow 2026, tim Bryotech Alpha juga memperoleh pendampingan dari Samsung, mulai dari Design Thinking, AI Amplification, hingga pembuatan konten video untuk mempresentasikan inovasi mereka.
Keikutsertaan Bryotech Alpha dalam Samsung Solve for Tomorrow terinspirasi dari keberhasilan alumni SMAN 81 Jakarta yang sebelumnya mengikuti kompetisi serupa dan meraih penghargaan People's Choice Award pada 2025.
Mereka kemudian membentuk tim dengan pembagian tugas masing-masing. Azka dan Ageela berperan dalam pengolahan data dan desain, Vania menangani pemrograman, sedangkan Keanu dipercaya menjadi pemimpin tim.
Kerja keras keempat siswa tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Aerospora diumumkan sebagai juara pertama Samsung Solve for Tomorrow 2026 kategori SMA/SMK/MA.
Namun, bagi Bryotech Alpha, kemenangan tersebut bukan akhir perjalanan. Mereka ingin terus menyempurnakan Aerospora hingga suatu saat dapat diterapkan secara lebih luas.
"Kami tidak akan berhenti di sini. Kami memiliki harapan yang begitu besar bahwa Aerospora ini tidak berhenti sebagai produk yang menjadi juara satu, tetapi menjadi produk yang bisa menjadi standar untuk seluruh Jakarta," ujar Keanu.
Bahkan, mereka berharap inovasi tersebut kelak dapat dikembangkan ke berbagai wilayah Indonesia hingga menjangkau pasar global.
Melalui Aerospora, keempat siswa SMAN 81 Jakarta ingin membuktikan bahwa solusi teknologi untuk persoalan lingkungan tidak selalu harus berawal dari sesuatu yang rumit. Lumut yang selama ini dianggap tanaman sederhana pun berpotensi menjadi bagian dari inovasi pengendalian polusi ketika dipadukan dengan kreativitas, AI, dan IoT.