NADIKABAR.COM — Ada ironi dalam sistem perlindungan sosial kita. Warga yang secara kasatmata membutuhkan uluran tangan justru bisa tersingkir hanya karena sebuah angka di atas kertas.

Sebaliknya, mereka yang secara administratif memenuhi kriteria tetap tercatat sebagai penerima, meski roda hidupnya telah membaik.

Kota Surabaya, Jawa Timur sedang berhadapan dengan persoalan itu. Program Perlindungan Sosial Digital telah menjangkau 1.004.298 kepala keluarga. Pada saat yang sama, proses pemutakhiran menemukan 219 ribu warga tidak ditemukan dan sekitar 26 ribu warga tercatat telah meninggal.

Angka-angka tersebut memperlihatkan bahwa pekerjaan terbesar dalam perlindungan sosial bukan sekadar membangun sistem digital, melainkan memastikan sistem itu mengenali manusia yang sesungguhnya.