NADIKABAR.COM — Agen AI milik OpenAI kembali lepas kendali dan meretas website milik pemerintah Australia. Ini adalah kasus peretasan AI terhadap jaringan pemerintah yang pertama diketahui.

Insiden ini diungkap oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Ia mengatakan website yang diretas adalah database layanan kesehatan nasional, di mana agen AI tersebut mengakses file publik dan non-publik.

"Tidak ada informasi pribadi yang diyakini telah diakses pada tahap ini, tapi investigasi sedang berlangsung," kata Albanese, seperti dikutip dari BBC, Kamis (24/9/2026).

"Bukti yang tersedia saat ini menunjukkan bahwa tidak ada serangan lebih lanjut terhadap jaringan Services Australia. Meskipun demikian, situasi ini jelas tidak dapat diterima," sambungnya.

Albanese mengungkap kekhawatirannya tentang serangan kepada CEO OpenAI Sam Altman dalam percakapan lewat telepon. Ia mengaku tidak mengetahui adanya preseden terkait pembobolan sistem pemerintah oleh AI.