Secara keseluruhan proyek rekonstruksi jembatan ini menggunakan anggaran Rp 60,48 miliar yang bersumber dari program Inpres Jalan Daerah (IJD). Nilai ini masih lebih kecil dari perencanaan awal yang dalam catatan NadiKabar diperkirakan capai Rp 63,97 miliar.

"Mudah-mudahan ini juga membuat kita semakin aman dan nyaman menggunakan jembatan ini. Ini menggunakan anggaran kurang lebih Rp 60 miliar dari program IJD," jelasnya.

Ia menjelaskan terdapat perbedaan signifikan pada struktur Jembatan Kemang Pratama saat ini dibanding sebelumnya. Jika dulu jembatan menggunakan pilar-pilar di tengah aliran sungai Bekasi yang kerap memerangkap sampah, kini jembatan dibangun dengan desain tanpa pilar.

Bentangan jembatan dibuat sepanjang kurang lebih 80 meter dengan ketinggian yang telah disesuaikan agar memiliki ruang aman (clearance area) dari permukaan air tertinggi.