Vice President & Managing Director ASEAN & Korea Kyndryl, Megawaty Khie, menegaskan bahwa perusahaan tidak bisa lagi memilih salah satu antara adopsi AI atau memperkuat fondasi IT.
"Di kawasan Asia-Pasifik, modernisasi bukan lagi soal memilih antara berinvestasi pada AI atau memperkuat infrastruktur teknologi yang mendasarinya. Organisasi membutuhkan keduanya," tegas Megawaty, dalam keterangan yang diterima NadiKabar.
Kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama prioritas investasi infrastruktur modern di Asia-Pasifik. AI tercatat menjadi alasan utama peningkatan penggunaan mainframe dan edge computing, pendorong terbesar kedua untuk ekspansi SaaS dan private cloud, serta alasan utama upgrade jaringan dan portofolio aplikasi.
Menariknya, 100% organisasi pemilik mainframe di Asia-Pasifik kini berencana menerapkan AI pada platform legacy tersebut.