NADIKABAR.COM — Asia Investor Group on Climate Change (AIGCC) menekankan pentingnya kejelasan peta jalan transisi energi Indonesia untuk meningkatkan kepastian investasi swasta, terutama dalam sektor ketenagalistrikan dan pengembangan energi terbarukan.

CEO AIGCC Rebecca Mikula-Wright mengatakan tantangan transisi ketenagalistrikan Indonesia bukan lagi terletak pada ketiadaan perencanaan, melainkan pada penyelarasan kebijakan yang sudah ada dengan pelaksanaan yang jelas dan dapat menjadi acuan bagi investor.

"Laporan ini tidak menyerukan strategi baru. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan rancangan kebijakan transisi energi yang sudah ada menjadi jalur implementasi yang jelas dan berguna bagi investor," kata Rebecca berdasarkan keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Rebecca menyebut para investor memandang sektor ketenagalistrikan sebagai fondasi transisi iklim di Asia, karena dekarbonisasi industri, transportasi, dan bangunan sangat bergantung pada pasokan listrik yang andal, terjangkau, dan semakin bersih.

Dalam hal ini, Korea Selatan, Indonesia, dan Malaysia merupakan tiga pasar ketenagalistrikan paling signifikan di kawasan ini, dan masing-masing telah menyusun kerangka perencanaan yang komprehensif.

Kini, yang dibutuhkan oleh para investor adalah agar rencana-rencana tersebut diintegrasikan ke dalam peta jalan yang layak investasi, lengkap dengan daftar proyek, model pendapatan, dan alokasi risiko, sehingga memungkinkan penanaman modal dapat dilakukan.